Puluhan Masjid Dirusak, Netizen Cuitkan Hashtag #PrayForMyanmar

Puluhan Masjid Dirusak, Netizen Cuitkan Hashtag #PrayForMyanmar

Sumber foto: twitter

Sudah bukan rahasia lagi apalabila umat muslim di Myanmar sangat tertindas. Hal ini disebabkan oleh jumlah mereka yang sangat sedikit hingga disebut sebagai kaum minoritas. Pada awal bulan Juli ini, tepatnya tanggal 4 Juli 2016, sebuah masjid di desa Hpakant, kawasan utara Myanmar dirusak. Dikabarkan, segorombolan biksu Budha tak terima masjid tersebut dibangun disekitar Pagoda mereka.

Media lokal melaporkan lebih dari satu bangunan dibakar dalam serangan tersebut, yang dilaporkan dilakukan sekitar 200 biksu Buddha. Polisi dilaporkan dikerahkan ke lokasi untuk mengamankan komunitas Muslim.

Pantauan redaksi Eveline, pengguna media sosial twitter pun bersimpati atas terjadinya kerusuhan yang menyebabkan beberapa masjid dibakar dan dirusak. Pengguna twitter mencuitkan hashtag #PrayForMyanmar. Hashtag ini sempat masuk jajaran trending topic dunia. “muslims got slaughtered and 40 mosques got demolished and i don’t see medias reporting this :/ my prayers are with you #PrayForMyanmar,” kicau akun @ctrljungkook.

“#PrayForMyanmar it’s funny how everyone is talking about humanity and spreading love but when Muslims gets attacked everyone is silent.” tweet @purple_rainnnn.

“muslims have been attacked at their place of worship and 40 mosques have been demolished, and this isn’t even on the news #PrayForMyanmar,” urai akun @agentbucky.

Pemerintah Myanmar, menyatakan akan menindak tegas organisasi Buddha ekstrem menyusul kekerasan dan pembakaran dua masjid yang mengakibatnya masyarakat Muslim mengungsi untuk menyelamatkan diri.

Tak hanya berkicau, beberapa pengguna twitter juga memposting masjid- masjid yang terbakar. Setelah ditelusuri, ternyata foto- foto tersebut merupakan kejadian perusakan masjid pada tahun 2012 silam. “As a citizen of Myanmar,I assure you that no massacre or burning down a mosque took place today or yesterday + #PrayForMyanmar,” kicau akun @itsa_shy.

Ketegangan agama telah terjadi di negara mayoritas Buddha itu selama hampir setengah abad sejak pemerintahan junta militer. Tahun 2012 lalu terjadi konflik berdarah yang melibatkan Rohingya dan umat Buddha Rakhine.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend