Roket Yang Akan Dipakai Teroris Serang Singapura Disorot Netizen

Roket

(Sumber foto: news.okezone.com/ nasional.news.viva.co.id)

Pemerintah Singapura mengapresiasi langkah besar Indonesia, yang bukan saja berhasil mengantisipasi namun juga menangkap jaringan teroris yang berencana akan melakukan serangan ke negaranya.  Menteri Hukum dan Dalam Negeri K. Shanmugam mengatakan terbongkarnya rencana teroris tersebut menunjukkan adanya ancaman bagi keamanan dalam negeri Singapura.

Shanmugam menerangkan, teroris akan memikirkan banyak cara untuk menyerang negaranya. Untuk itu, Singapura sendiri akan merespon dengan meningkatkan penjagaan di pulau utama dan wilayah perbatasan.

“Rencana itu menunjukkan, teroris berusaha melewati pos pemeriksa dan para penjaga kami. Pasalnya, mereka mencoba untuk menjalankan serangan dari luar negeri. Hal itu memperlihatkan adanya kemungkinan serangan lain di samping aksi teror sporadis dari para pelaku individual,” ujarnya.

Ia mendorong warga Singapura untuk terus siaga seraya menegaskan pentingnya SGSecure, gerakan nasional yang memobilisasi komunitas setempat untuk terlibat dalam upaya pengamanan. “Kita harus menyadari pentingnya SGSecure, dan peran yang dapat diisi oleh tiap warga,” ujarnya.

Sementara itu sebelumnya, kepolisian Indonesia telah menahan enam orang tersangka yang diduga berencana meluncurkan roket dari Batam ke Marina Bay, salah satu kawasan wisata Singapura. Penahanan dilakukan di Batam, Indonesia, pulau yang berjarak sekitar 15 kilometer dari Singapura.  “Kelompok ini berencana menggunakan semacam roket. Sasarannya Singapura,” ujar Tito Karnavian di Universitas Muhhamadiyah Yogyakarta (UMY), Sabtu (6/8/2016).

Rencana melakukan serangan dengan menggunakan semacam roket ini disebut Kapolri atas perintah langsung Bahrun Naim yang ada di Suriah. Namun karena belum ada roket, kelompok yang ditangkap pada Jumat kemarin itu diminta untuk mencari apa yang dibutuhkan. “Diperintah mencari dan membuat sendiri,” ujar Tito.

Hanya saja, rencana ini belum sampai terealisasi. Sehingga saat dilakukan pemeriksaan tidak ditemukan adanya roket. “Baru sebatas rencana, belum terealisasi,” ucap Tito.

Untuk diketahui, pemimpin teroris yang ditahan di Batam bernama Gigih Rahmat Dewa, seorang buruh yang bekerja di Solo, berusia 31 tahun. Kelompok tersebut diduga terhubung dengan jaringan Bahrun Naim, seorang warga Indonesia yang berafiliasi dengan IS di Suriah.

Pantauan redaksi Eveline, Indonesia berhasil mengantisipasi bahkan menangkap jaringan teroris yang berencana akan melakukan serangan menggunakan roket ke Singapura menyedot perhatian pengguna media sosial twitter. Mereka pun ramai berkomentar terkait hal itu.  “dijelasin lg dong gmn caranya. Roket dg daya jangkau ky gitu kan ga kecil dan ga murah” tulis seorang netizen dengan akun @irvin_wryd, nampak penasaran dengan jenis roket yang rencananya akan digunakan teroris menyerang Singapura.

Sedang netizen lain dengan akun @AditRangkuti29, sebut bahan peledaknya sangat sulit didapatkan di Indonesia, “bahan peledaknya dapat dr mana pak ? Ga mudah lo nyarinya di indonesia”.

Sementara dua netizen lain terpantau menyampaikan komentar berbeda, “Teroris buat senjata yg akan diluncur dr batam ke singapura?? Harus di rekrut pindad donk”, dikicaukan akun @yoes_endekan, dan, “diserang dgn ekonomi Indonesia yg meroket”, tulis akun @sugengoge nampak melontarkan kalimat bernada canda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend