Siswi SD Di Sukoharjo Nekat Bakar Kelas, Menarik Perhatian Netizen

Siswi SD

(Sumber foto: www.kabarterkini.biz/ nusantaran.com)

Siswi SD berinisial V (11), yang kesal karena kerap diejek teman sekelasnya akhirnya berbuat nekat . V diketahui nekat membakar ruang kelasnya di Madrasah Ibtidaiyah (MI, yang setara dengan SD), di Sukoharjo. Kejadian ini mungkin bisa dijadikan pelajaran berharga bagi para orang tua dan guru agar lebih serius memperhatikan permasalahan anak.

Berdasarkan informasi  yang diperoleh detikcom, Senin (23/5/2016), V melakukan ulahnya akhir pekan lalu. Beruntung, api dapat segera dipadamkan.

Menurut Kasat Reskrim Polres Sukoharjo AKP Dwi Haryadu, V mengaku melakukannya seorang diri. Alasannya karena jengkel dan marah karena sering dijadikan obyek ejekan dan olokan oleh teman-teman sekelasnya. Awalnya, kata dia, hanya ingin membakar gorden sebagai sasaran kemarahan. Namun api membesar dan menyambar lemari serta buku-buku di dalamnya.

Sementara itu V tetap akan dipidana karena membakar kelasnya. Mabes Polri pun meminta agar kasus ini diselesaikan dengan mengedepankan pembinaan terhadap pelaku yang masih anak-anak. “Ini masalah peradilan anak, karena memang sudah perbuatan pidana. Hanya pelakunya anak sehingga ada perlakuan khusus,” ungkap Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar saat berbincang dengan detikcom, Selasa (24/5/2016).

Boy menyebut proses hukum tetap harus berjalan namun tanpa melupakan hak-hak anak, salah satunya dengan tidak melakukan penahanan. Tak hanya itu, Mabes Polri juga mengingatkan dalam perkara ini, perlu dikedepankan adanya restorative justice. “Untuk dilakukannya penerapan restorative justice terhadap kasus itu tetap terbuka, dan memerlukan adanya suatu kesepakatan bersama dari masing-masing pihak,” kata Boy.

Pantauan redaksi eveline  pada media sosial twitter, mendapati netizen perbincangkan mengenai siswi SD berinisial V nekat membakar ruang kelasnya di Madrasah Ibtidaiyah di Sukoharjo karena kerap diejek teman sekelasnya. Berikut komentar netizen pada linimasa twitter yang terpantau tim redaksi eveline.

Netizen dengan akun @wibowo715_ menyebut kejadian nekat tersebut, “Sereeeem”. Netizen ini nampak menyiratkan ketakutannya. Sedang netizen lain menyebut untung bukan temannya yang dibakar, “Wuaduh, untung bukan temennya yg dibakar”, dituliskan akun @FarulPiliang, nampak menyayangkan terjadinya peristiwa siswi SD bakar kelas di Sukoharjo.

Seorang netizen lain nampak bermaksud menjelaskan bahwa aksi nekat yang dilakukan siswi SD tersebut karena disebabkan ejekan  teman sekelasnya. “Ini bukan dia yang mau, ini karena mulut-mulut jahat yang ngejek dia”. Dikicaukan akun @ekafb.

Lebih jauh, V akan diberi pendampingan psikologi. Tak hanya V, rekan-rekannya yang melakukan bully juga akan diberi pendampingan psikolog.

Menurut Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Sukoharjo, Eko Pujiatmoko, seorang psikolog diturunkan ke sekolah itu. “Pendampingan psikologis kepada bocah V pada khususnya dan Siswa MIM Ngombakan atas adanya beban traumatik,” jelas Eko, Selasa (23/5/2016).

Pendampingan diamanahkan kepada Lisda Farkhani SPsi dan team yang telah ditunjuk. Muhammadiyah juga memberikan pendampingan hukum baik kepada sekolah dan keluarga yang diamanahkan kepada Bidang Hukum PDPM Sukoharjo. “Kepala sekolah dan orangtua V menemui Kapolres Sukoharjo untuk meminta agar proses hukum kasus ini ditutup karena sudah dinyatakan selesai,”  tutup dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend