Soal Muslim Se-Solo Sepakat Boikot 2 Media Dan Swalayan, Netizen Sebut Pasar Tradisional

muslim

(Sumber foto: Republika Online/ Tarbiyah)

Panitia Gerakan Subuh Berjamaah yang juga Divisi Ekonomi DSKS, Nurhadi mengatakan, ribuan umat Muslim Solo yang hadir dalam gerakan subuh berjamaah, Senin (12/12), telah menyepakati tiga poin aksi nyata.

Pertama, mereka sepakat mengistiqomahkan subuh berjamaah di Masjid. Kedua, sepakat memboikot sebuah stasiun televisi nasional dan sebuah surat kabar nasional yang dinilai kerap menyudutkan dan memberikan berita negatif tentang umat Muslim. Ketiga sepakat untuk tidak membeli dan mengkonsumsi barang belanjaan dari pasar modern atau swalayan.

Hal ini dilakukan sekaligus untuk mendorong para pelaku usaha kecil terutama di pasar tradisional untuk bangkit. “Kita selama ini kurang perhatian pada saudara kita, pelaku usaha ekonomi menengah ke bawah, mereka yang mati usahanya karena kita tinggalkan, sebaliknya kita menghidupkan toko modern yang ekonominya menjajah kita, mereka (pengusaha pasar modern) mempunyai jaringan, tidak mengenal batasan dan punya misi untuk menguasai Indonesia,” tambahnya.

“Kemandirian kita selama ini terasa tergantung, maka kita harus mandiri, membentuk diri dengan shalat jamaah. Kita juga harus mandiri informasi, lalu mandiri pangan, bagaimana semua cyrcle ini ada di tangan umat Islam,” kata Nurhadi menambahkan. Seperti dikutip dari republika.co.id.

Untuk diketahui, ribuan umat Muslim Solo sebetulnya telah memenuhi Masjid yang terletak tak jauh dari pasar Klitikan itu sejak Ahad (11/12), malam. Jamaah begitu antusias mengikuti kajian keislaman yang digelar oleh Dewan Syariah Kota Solo (DSKS) bersama MUI Kota Solo sebagai pembuka dari rangkaian Gerakan Subuh Berjamaah 1212.

Sejalan dengan kesepakatan itu, sebelumnya, beredarnya taggar #BoikotMetroTV yang digaungkan netizen (dimungkinkan diwakili umat Islam Indonesia), tidak lepas dari kekecewaan atas pemberitaan stasiun televisi Metro TV yang dianggap tidak berimbang dan cenderung menyudutkan umat muslim. Netizen juga menyatakan bahwa Metro TV kerap kali menunjukkan keberpihakannya dalam berita-berita yang ditayangkan.

(Baca juga: Hashtag #BoikotMetroTV Dua Hari Bertengger Sebagai TTI, dan Netizen Lanjut #BoikotMetroTV, Ini Tanggapan FPI Soal Cuitan Janes Simangunsong).

Pantauan redaksi eveline, mendapati netizen berkomentar soal umat Muslim se-Solo sepakat boikot 2 media dan swalayan.  Berikut komentar netizen pada linimasa twitter. “Boycot.. beralih ke pasar tradisional.. hidupkan ekonomi rakyat kecil,, dan beralih ke media yg berimbang”. Kicau akun @ridh_onee nampak turut menyepakati mendukung aksi nyata 1212 dengan beralih ke pasar tradisional dan beralih ke media yang berimbang.

Hal senada juga dikicaukan netizen dengan akun @mikailzidane, “Allahu Akbar,kita bantu ukm utk kemandirian ekononomi dg belanja dipasar tradisional, boikot juga jaringan tv berbayarnya”. Sedang netizen lain, turut menyepakati sejauh tidak membawa isu agama, “sejauh tdk membawa issue agama,setuju banget spt boikot swalayan adlh strategi ekonomi!tp gak jg disebut penjajah ekonomi!”, dikicaukan akun @senasurya53.

Selanjutnya, beberapa netizen beri sanjungan aksi 1212 yang menyepakati boikot. “Bandung jangan mau kalah! #BoikotProdukAntiIslam”, seperti dituliskan akun @udaprapta. Demikian juga dengan akun @burahay81, sebut, “Wong Solo uaapiikkk”.

Meski begitu, ada juga netizen yang melontarkan sindiran, kesepakatan boikot dalam aksi 1212 itu dimaksudkannya dengan agama dipolitisasi. “politisasi agama’, kicau akun @SKebebasan.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend