Soal Penelantaran Anak di Cibubur, Netizen Marah Besar Dan Minta Kedua Orang Tua Dihukum

Penelantaran anak di Cibubur oleh orang tua kandung – sumber foto: Istimewa

Kamis, 14 Mei 2015 kemarin, rombongan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bersama dengan petugas kepolisian mendatangi sebuah rumah dua lantai di Perumahan Citra Gran Cibubur, Bekasi, Jawa Barat. Kedatangan mereka untuk menyelamatkan 5 orang anak yang tinggal di rumah tersebut yang diduga ditelantarkan dan mengalami penganiayaan secara fisik dan psikis oleh kedua orang tuanya.

Adalah Utomo Permono (45 tahun) dan Nurindria Sari (42 tahun) orang tua kelima anak yang akhirnya berhasil dibawa keluar dari rumah yang selama hampir satu tahun ini mereka tinggali. Utomo sendiri berprofesi sebagai dosen teknik industri STT Muhammadiyah Cileungsi sedangkan istriby Nurindria Sari adalah ibu rumah tangga.

Keduanya disangka melakukan penganiayaan dan penelantara keempat anak kandungnya. Di mana satu-satunya anak laki-laki mereka AD (8) tidak diizinkan masuk ke dalam rumahnya selama 1 bulan serta tidak diberi makan. AD pun terpaksa tidur di Pos Satpam komplek perumahan dan mendapat makanan dari warga sekitar.

Saat digeledah, polisi menemukan beberapa paket narkoba berupa sabu di rumah kedua pelaku kekerasan anak ini. Kedua orang tua ini pun digelandang ke Polda Metero Jaya dan dikenai pasal berlapis tentang tindak pidana penelantaran anak, perlakuan salah, serta kekerasan fisik dan psikis terhadap anak. Sementara keempat anak berada dalam pengawasan dan tengah menjalani rehabilitasi di Komisi Perlindungan Anak Indonesia.

Bagaimana tanggapan publik, khususnya netizen Indonesia terhadap kasus penelantara anak di kawasan Cibubur tersebut? Berikut redaksi Eveline merangkumnya untuk Anda.

Dari pemantauan yang dilakukan terhadap perbincangan di media sosial, khususnya Twitter selama periode 16 – 17 Mei 2015, terdapat total 22.565 tweet membicarakan kasus penelantaran anak di kawasan Cibubur Jawa Barat. Dari jumlah tersebut, mayoritas netizen memuji langkah KPAI yang merespon laporan warga sekitar dan menyelamatkan keempat anak. Sebanyak 17.878 tweet menyebut hal ini.

Sementara itu, netizen juga menyatakan kemarahan atas perilaku kedua orang tua terhadap anak-anaknya tersebut. Netizen menyebut keduanya tidak layak disebut orang tua karena menelantarkan anak sendiri. Selain itu, lewat 5.694 tweet netizen menyatakan kegeramannya atas penemuan paket sabu dan narkoba lain di rumah kedua tersangka.

Netizen lebih lanjut mendesak KPAI dan pemerintah untuk mencabut hak asuh pasangan Utomo dan Nurindria sebagai salah satu konsekuensi perlakukan mereka selama ini. Sebanyak 2.877 tweet menyatakan desakan ini. Opsi pengasuhan keempat anak yang oleh KPAI akan diserahkan kepada keluarga dekat mendapat dukungan dari netizen lewat 3.234 tweet.

Selain itu, netizen juga menyatakan Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa untuk lebih banyak bergerak mengurusi hal ini karena lebih banyak anak terlantar lain di Indonesia. Sebanyak 2.813 tweet menyebut hal ini.

***

Loading...

3 thoughts on “Soal Penelantaran Anak di Cibubur, Netizen Marah Besar Dan Minta Kedua Orang Tua Dihukum

  1. Gito

    …itu ortu SAKIT…mereka harus segera direhabilitasi, sampai sembuh total dari pengaruh narkoba…(siapa tahu ortu ini msih punya peluang untuk sembuh total dan bertobat, sadar bahwa mereka masih punya tanggungjawab sebegai manusia, sebagai ortu yang harus membesarkan anak2nya) hak asuh anak boleh sementara dialihkan kepada keluarganya yang lain, atau pemerintah. (anak-anak ini pasti menginginkan ortu kandung mereka yang baik)…

    Reply
  2. madametussaud

    Orangtuanya hrs dihukum..pelajaran buat orangtua lainnya. Apabila tidak memberikan akses pendidikan, gizi yg baik dan rumah yg sehat dan aman bisa kena pasal.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend