Tolak Pendirian Pabrik Semen, 9 Wanita Lancarakan Aksi #DipasungSemen

Tolak Pendirian Pabrik Semen, 9 Wanita #DipasungSemen

Sejumlah ibu-ibu melakukan aksi ‘Petani Dibelenggu Semen’ didepan Istana Negara, Jakarta, Selasa (12/4). Dalam aksinya mereka menolak pendirian pabrik semen karena mereka menganggap pendirian pabrik semen merusak alam dan mengancam keberlangsungan hidup para petani sepanjang pegunungan Kendeng di Rembang, Pati, Blora, dan Grobogan, Jawa Tengah.

Sembilan wanita pemberani ini, tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) menuai banyak kritikan dan juga simpatik. Pasalnya mereka memasung kakinya dengan semen untuk mengetuk hati Presiden RI, Joko Widodo. Alhasih #DipasungSemen mampu menjadi trending topic di twitter sore tadi.

Pantauan redaksi eveline periode 12 April 2016 pada media sosial twitter, mencatat sebanyak 1.105 tweet dikicauan netizen Indonesia memperbincangkan aksi 9 wanita pemberani tersebut dengan menggunakan #DipasungSemen.

Berbagai komentar pun bermunculan di media sosial twitter. Salah satunya datang dari akun twitter @speleopartner yang mengatakan “aksi petani Kendeng di depan istana hari ini mewakili petani-petani di kawasan karst lain uang juga #dipasungsemen”.

Sembilan perempuan itu berasal dari Pati, Grobogan, dan Rembang. Mereka adalah Sukinah, Supini, Murtini, Surani, Kiyem, Ngadinah, Karsupi, Deni, dan Rimabarwati.Para pendemo menegaskan, cor kaki tak akan berhenti sampai Presiden Joko Widodo menemui mereka dan mendengarkan protes yang mereka suarakan.

Dukungan pun datang dari @kartikajahja yang mengatakan “Mari berdiri bersama Ibu2 Kendeng yg tak kenal lelah dan tak gentar mempertahankan alamnya dari keserakahan pabrik semen #DipasungSemen”.  Kicauan @YasminPurba juga sangat mengena, ia mengatakan “Pak @jokowi inilah bukti kegagalan Anda mewujudkan agenda pembangunan yg berkeadilan. #DipasungSemen #Rembang”

Saat ini sembilan wanita tersebut telah beristirahat, walaupun kaki mereka masih dipasung semen. Halini dapat terwujud dari bantuan para relawan dan aktivis yang mendukung peduli terhadap gerakan mereka dengan menyediakan tempat tidur ala kadarnya. Hal ini terlihat dari tautan foto yang di publish oleh akun twitter @Dandhy_Laksono dengan tambahan kicauan “22.18 WIB. Selamat malam, selamat beristirahat, Bu.. #DipasungSemen”

Selain itu @Dandhy_Laksono juga menyindir Gubernur Jawa Tengah, lewat kicauannya “ada yang bahagia ketemu semen, ada yang terpaksa memakai semen sebagai simbol peminggiran #DipasungSemen” disertai dengan foto yang sangat menyentuh. 

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend