Tukang Becak Minta Keadilan, #SaveBecak Ramai di Twitter

Tukang Becak Minta Keadilan, #SaveBecak Ramai di Twitter

Ratusan tukang becak mamadati halaman pintu masuk Balai Kota DKI Jakarta, di Jalan Medan Merdeka Selatan, pada Kamis 28 Januari 2016. Dengan membawa papan dan bendera, mereka menuntut agar becak diizinkan di wilayah pemukiman dan pasar dan meminta Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menghentikan penggarukan becak dan merevisi Pasal 29 dalam Perda Nomor 8 Tahun 20017.

Aksi para pengayuh becak ini sudah dimulai sejak pukul 10.45 WIB pagi, mereka menilai bahwa larangan tersebut membuat hidup mereka semakin susah karena tidak dapat mencari nafkah lagi. Mereka pun menuliskan surat galau yang ditujukan kepada Ahok, sebagai ungkapan suara hati.. Aksi para tukang becak ini mendapat pengamanan ketat dari satpol PP DKI Jakarta.

Selain itu, tindakan satpol PP DKI Jakarta yang kerap mengangkut becak setiap dinihari yakni pukul 00.00 – 03.00, membuat beberapa tukang becak tidak memenuhi kehidupan hidup mereka. Karena hanya becaklah yang menjadi satu-satunya cara mereka mendapatkan pekerjaan dan menafkahi kehidupan sehari-hari.

Hal inilah yang menjadi perhatian netizen di media sosial Twitter. Lewat hashtag #savebecak, netizen mengomentari kejadian yang menimpa para tukang becak. Beberapa netizen mengatakan agar becak dapat dilestarikan sebagai transportasi warga dan rakyat kecil, seperti kicaun Rita Padwangi “Transportasi warga,mata pencaharian rakyat kecil,warisan budaya,prl dilestarikan d kota2 trmsk Jkt,” lewat akun twitter @ritapd.

Lebih lanjut, seorang tukang becak bernama Rasdulah malah menuliskan surat untuk Presiden Joko Widodo. Tukang becak yang telah puluhan tahun mengayuh becaknya di kawasan Muara Baru, Jakarta Utara dalam suratnya meminta perlindungan kepada Jokowi.

Berikut isi surat Rasdulah kepada Jokowi :

Kepada Bp Presiden Jokowi.  Kami narik becak itu bukan mencari kekayaan. Hanya kebutuhan hidup dan kami narik becak bukan di jalan raya. Tapi di gang-gang, lorong-lorong, dan pasar tradisional atau sekolah komplek-komplek.  Go-Jek pernah dilarang Bapak Menteri Perhubungan. Waktu itu, Bapak Presiden membela tukang Go-Jek lalu diizinkan.  Sekarang kami becaknya digaruk Ahok. Kami minta perlindungan Bapak Presiden. Kami mendukung Jakarta Baru dan maju. Tapi kami warga kecil jangan dipinggirkan. Terimakasih atas perhatiannya. Rasdulah tukang becak Jakarta“.

Surat Rasdulah ini, mendapat komentar beragam dari para onliner. Dengan menggunakan hashtag #savebecak, netizen memberi dukungan agar Joko Widodo dapat mendengar aspirasi para tukang becak. Kicauan @DevilItem yang mengatakan “Pak @jokowi, dengarkan lirih Pebecak ini,beranikah engkau membelanya?Layaknya engkau membela ojek aplikasi?#savebecak .” Dukungan juga hadir lewat kicauan @NaikUmum, ia mengatakan “Mari dukung perjuangan abang becak di Jakut spy g diciduk Satpol PP. Becak ramah lingkungan #savebecak”.

***

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend