WNI Ditangkap Polisi Malaysia, Netizen Sebut ISIS dan Terorisme

WNI Ditahan Malaysia Karena Terorisme – sumber foto: Istimewa

25 September 2015 lalu, pihak kepolisian Malaysia menangkan 3 orang yang diduga merencanakan aksi terorisme di Malaysia. Berdasarkan informasi sementara yang dirilis pihak berwajib, ketiga orang tersebut terdiri dari warga Malaysia, warga Indonesia dan warga Suriah. Penangkapan ketiganya berselang satu hari setelah pihak Kedutaan Amerika Serikat (AS) dan Kedutaan Australia, mengeluarkan peringatan kepada warganya yang berada di Malaysia.

“Mereka yang ditahan berencana untuk menyerang ases nasional yang penting serta aset milik negara Barat dan lokasi publik,” ujar Deputi Inspektur Jenderal Polisi Malaysia Noor Rashid Ibrahim sebagaimana dikutip dari Metrotvnews.com

Pihak kedutaan besar Indonesia di Kuala Lumpur Malaysia membenarkan penankapan WNI oleh polisi Malaysia atas kasus terorisme. Namun, Wakil Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Hermono menyebut pihaknya belum mendapatkan informasi dan akses terhadap WNI bersangkutan karena masih dalam tahap penyelidikan.

“Kita belum dapat akses. Masih dalam pemeriksaan,” ujar Hermono sebagaimana dikutip dari Metrotvnews.com. Pihaknya juga berjanji akan memberikan bantuan hukum kepada WNI bersangkutan.

Pemerintah Malaysia beberapa tahun belakangan memang gencar melakukan penangkapan terhadap warganya yang diduga sebagai simpatisan kelompok teroris seperti Islamic State (ISIS). Pada Agustus lalu, polisi menangkap sekitar 10 orang warga Malaysia atas dugaan terlibat jaringan ISIS di Malaysia.

Bagaimana tanggapan pubik, khususnya netizen Indonesia atas penangkapan WNI di Malaysia atas tuduhan terorisme dan terlibat ISIS? Simak pantauan redaksi Eveline berikut.

Pemantauan dilakukan terhadap perbincangan di media sosial, khususnya Twitter selama periode 26 September 2015. Pemantauan dilakukan menggunakan platform Evello Intelligent Tagging System. Terdapat 1.199 tweet yang membicarakan tentang penangkapan warga negara Indonesia (WNI) di oleh aparat keamanan Malaysia atas tuduhan terorisme.

Netizen menyebut, alasan penangkapan WNI dan dua orang lainnya terkait dengan tuduhan mereka akan melakukan aksi teror terhadap Malaysia, khususnya di wilayah-wilayah pariwisata negeri jiran tersebut. Hal ini diungkapkan netizen lewat 267 tweet.

Netizen juga menyebut WNI yang ditahan tersebut diduga terkait dengan jaringan kelompok teroris ISIS, atau negara Islam Irak dan Suriah. Hal ini disebut-sebut netizen sebanyak 249 tweet. Sementara itu, terkait dengan upaya bantuan dari pihak KBRI di Malaysia, netizen menyebut kedutaan besar Indonesia belum mendapat akses terhadap WNI ang ditahan. Lewat 440 tweet, netizen mendesak pemerintah Malaysia mengijinkan kedubes RI mengakses WNI yang ditahan.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend