Kecam Baliho Film Posesif, Netizen Sindir FPI Sulawesi Selatan

Kecam Baliho Film Posesif, Netizen Sindir FPI Sulawesi Selatan

Sumber foto: wartafilm / pikiranrakyat

Film Posesif yang diperankan oleh Adipati Dolken dan Putri Marino telah tayang di seluruh bioskop di Indonesia mulai Kamis (26/10) kemarin. Film ini pun ramai mendapat sanjungan.

Film yang menggambarkan gejolak hubungan pasangan kekasih ini dikemas dengan sinematografi serta suntingan gambar yang apik. Ditambah dengan akting yang cemerlang dari para tokoh, tak heran Posesif dianugerahi 10 nominasi Piala Citra di ajang Festival Film Indonesia 2017.

Sayangnya, ada hal kurang menyenangkan yang didapati film tersebut. Dikutip dari Sindo, film karya Edwin ini mendapat kecaman dari FPI Sulawesi Selatan. Sejumlah baliho film Posesif yang terdapat di beberapa jalan dinilai kurang pantas. Salah satunya baliho yang berada di jalan Sultan Alauddin.

Juru Bicara FPI Sulsel, Muhammad Abd Rahman menjelaskan siap menggelar aksi demonstrasi di Kalla Toyota yang diduga sebagai sponsor di baliho film Posesif di Makassar.

Tak hanya itu, FPI Sulsel juga siap melakukan demo di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Makassar. FPI menilai poster itu melanggar moral karena menampilkan generasi muda saling berdekatan bukan muhrim. Bahkan nampak gambar pelajar tersebut berpangkuan hampir berciuman.

Kecaman FPI Sulsel terhadap baliho film Posesif ini pun ramai mendapat tanggapan dari pengguna media sosial twitter. Pengguna twitter menyindir sikap FPI Sulses tersebut.

“@MNCkoranSINDO Ya tuhan FPI ini dulu orang2nya dikasi makan apa ya? Primitif banget tuhan,” tulis pengguna twitter dengan akun @rayhanfirman90 yang menyebut pemikiran FPI sangat primitif.

Sindiran juga dikicaukan oleh akun @Revoluzionis. “@MNCkoranSINDO Begini ini kalo kepala isinya micin bukan otak!”

Ada juga pengguna twitter yang menyoroti FPI Sulsel yang akan lakukan demo terhadap sponsor baliho film Posesif. “@MNCkoranSINDO poster film kan juga termasuk materi yg disensor oleh LSF dan menjadi tanggung jawab pembuat film, bukan sponsor. 🤔.” kicau akun @penumpang_gelap.

Kisah film Posesif tak sekadar dibuat dengan asal-asalan, film ini diketahui diangkat berdasarkan riset mendalam sejak 2015 lalu. Posesif memulai 15 menit awal dengan pertemuan Lala (Putri Marino), atlet loncat indah yang baru pulang berkompetisi, dengan seorang murid baru di sekolahnya, Yudhis (Adipati Dolken).

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend