Sujiwo Tedjo Ajak Netizen Sopan Kepada Alam

Sujiwo Tedjo Ajak Netizen Sopan Kepada Alam

Foto: duniasastra / twitter

Budayawan nyentrik Sujiwo Tedjo memberikan tanggapan unik terhadap meluasnya bencana di Indonesia. Melalui akun twitternya, pria yang kerap menggunakan istilah “djancuk” ini mengajakan netizen untuk bijak terhadap alam.

Menurutnya, tidak tepat sebutan bencana alam disematkan terhadap gunung erupsi, banji dan juga longsor. Pria bernama asli Agus Hadi Sudjiwo ini manusia menyebut “kurang ajar” terhadap alam dengan sebutan bencana.

Kicauan unik dari Sujiwo Tedjo ini ramai mendapat tanggapan netizen. Hingga berita ini diturunkan redaksi, kicauan pria kelahiran Jember, Jawa Timur ini menuai lebih dari 3.000 retweet dan balasan lebih dari 100 kali.

“Sepertinya yg punya konsep “bencana” itu “orang sekolahan”. Org jmn dulu yg terdidik olh kearifan lokal tak punya konsep bencana “oh ada gunung meletus” “ada banjir”… cenderung ke peristiwa alam, bukan bencana. Media yg isinya “org sekolahan” yg menyuarakan bencana.” Kicau pemilik akun @radiomalam.

Netizen lainnya terlihat bersepakat dengan ajakan Sujiwo Tedjo. Akun @Fahddyar mengajak netizen untuk lebih bersahabat kepada alam.

“Alam lagi punya hajat,, bahasa jawanya “nduwe gawe”.. manusia diharap maklum dan ikut merayakan bersama alam.. ikut “rewang” atau bantu2 baik sebelum maupun sesudahnya.. mari hidup harmonis bersama alam..”. 

Sementara netizen lainnya mencoba memberikan penjelasan kepada Sujiwo Tedjo mengapa sebutan bencana alam dilakukan. Menurut akun @danangsarbini, sebutan tersebut merujuk kepada kerugian yang ditimbulkan oleh alam.

“Disebut bencana krn peristiwa itu adalah bentuk bencana bagi manusia.. Misal pembakaran hutan oleh manusia, itu bentuk kebiadaban manusia tapi adalah bencana bagi alam dan hewan”. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend