Derita Pengungsi Rohingya, Kurang Makan Hingga Tewas Diinjak Gajah

Terkait Pembantaian Muslim Rohingya, #UsirDubesMyanmar Dikicaukan Netizen Indonesia

Foto: Istimewa

Ratusan ribu warga Muslim Rohingya yang lari dari konflik di negara bagian Rakhine State, Myanmar nasibnya semakin suram. Mereka mengalami kelaparan dan diserang berbagai penyakit. Para pengungsi ini tinggal di tenda-tenda darurat di perbatasan Myanmar-Bangladesh.

Perserikatan bangsa-bangsa (PBB) memperkirakan jumlah pengungsi sudah mencapai 409 ribu orang sejak konflik meledak sejak akhir Agutus lalu.

PBB menyebut kekerasan yang menimpa warga muslim Rohingnya sebagai pembersihan etnis. Yakni istilah yang menggambarkan upaya sistematis untuk menyingkirkan kelompok etnis tertentu, baik pengusiran, deportasi, maupun pembunuhan.

Tak hanya itu, sekumpulan gajah liar menginjak-injak dua warga Rohingya di Bangladesh hingga tewas, Senin (18/9). Kejadian itu bermula ketika gajah melewati dan mengamuk di permukiman pengungsi, yang melarikan diri dari serangan militer di Myanmar.

Menurut dia, seorang tua dan bocah bawah lima tahun tewas terinjak saat gajah tersebut mengamuk di daerah tersebut. Tiga orang lain dibawa ke rumah sakit untuk dirawat karena luka-luka, kata pemimpin kampung pengungsi itu. Polisi mengatakan gajah-gajah tersebut kemudian menghilang dan kembali ke hutan.

Pengungsi menghadapi kondisi yang mengerikan dengan makanan, air, perawatan medis dan tempat penampungan yang tidak tercukupi, serta hujan deras rutin akibat hujan monsun yang telah mengubah jalanan menjadi rawa-rawa.

Pihak berwenang Bangladesh mengatakan bermaksud memindahkan semua orang dari tempat pengungsian dadakan, yang biasanya berada di samping jalan, ke perkemahan besar tempat persediaan bantuan dapat disalurkan dengan baik.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend