Ini Kicauan Obama Tanggapi Penembakan Brutal di Texas

Foto: Ilustrasi

Penembakan terjadi di sebuah gereja di Texas, Amerika Serikat (AS). Sebanyak 27 orang dilaporkan tewas dalam kejadian tersebut.

Penembakan berlangsung di Gereje First Baptist di Sutherland Spring, sebuah kota kecil di wilayah Wilson, Texas pada Minggu 5 November 2017 waktu setempat.

Petugas polisi Albert Gamez Jr memberikan konfirmasi terkait jumlah korban kepada CBS News. Pelaku penembakan diketahui tewas usai kejadian, dia memasuki gereja pada sekitar pukul 11.30 waktu setempat.

“Detail masih samar, tetapi saya bisa konfirmasi bahwa 27 orang tewas dan lebih dari 20 orang terluka,” ujar Gamez Jr kepada CBS News, seperti dikutip BBC, Senin 6 November 2017.

“Pelaku penembakan juga diketahui tewas,” imbuhnya.

Tak kurang mantan presiden Barack Obama juga angkat suara atas penembakan tersebut. Presiden pertama kulit hitam Amerika Serikat tersebut menyampaikan duka citanya kepada keluarga korban. Ia juga berkicau langkah konkret soal peredaran senjata api di Amerika Serikat.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyebutkan bahwa ada masalah kesehatan mental yang sangat serius di Amerika. Ia menyebutkan kesehatan mental menjadi penyebab dari serangkaian aksi kekerasan yang terjadi belakangan ini.

Perlu diketahui, Sekitar 50 orang biasanya menghadiri kebaktian di gereja tersebut, kata penduduk setempat. Anak-anak termasuk di antara mereka yang terbunuh.

Pria bersenjata tersebut meninggal setelah sebuah mobil mengejarnya ke daerah Guadalupe, kata seorang wakil Kantor Sherriff dari Wilson County. Tapi tidak jelas apakah dia terbunuh oleh polisi atau bunuh diri, kata juru bicara tersebut.

Seorang saksi mata, Carrie Matula, mengatakan mendengar tembakan senjata semi otomatis. “kami hanya berjarak sekitar 50 meter dari gereja ini. Ini adalah komunitas yang sangat kecil, jadi setiap orang sangat penasaran dengan apa yang sedang terjadi,” tambahnya.

Sutherland Springs adalah sebuah komunitas pedesaan kecil dengan hanya beberapa ratus penduduk, yang terletak sekitar 30 mil (50 km) di tenggara kota Texas, San Antonio.

FBI Cabang San Antonio mengatakan, agennya telah dikirim, dan tidak ada indikasi motif dari pria bersenjata tersebut. FBI juga mengatakan bahwa sementara hanya satu penembak yang dilaporkan dan ia masih melihat kemungkinan lainnya.

Gubernur Texas Greg Abbott menyatakan simpatinya atas kejadian tersebut. “Doa kami ada pada semua orang yang dirugikan oleh tindakan jahat ini. Terima kasih kami atas penegakan hukum atas kejahatan mereka,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend