Netizen Yakin Vladimir Putin Tidak Ingin Masa Depan Rusia Kemayu

Netizen Yakin Vladimir Putin Tidak Ingin Masa Depan Rusia Kemayu

Foto: abcnews / ndtvcom

Presiden Rusia Vladimir Putin baru saja mensahkan UU Anti-gay di Rusia. Salah satu isi UU tersebut berupa larangan untuk mempropagandakan homoseksualitas.

Sejak disusun, saat masih menjadi RUU, aturan ini sudah menuai protes. Disebut-sebut sebagai penghinaan, kebencian, dan diskriminasi terhadap kaum gay. Namun, segala macam protes dan keberatan diabaikan. Bahkan, sejak RUU ini dilayangkan ke parlemen, Presiden Putin telah berjanji untuk menyetujuinya.

“Kita harap negara lain tidak ikut campur dalam urusan negara kami yang menentang gay,” kata Putin yang menanggapi kritik dari dari negara Barat dan kelompok-kelompok penegak hak asasi manusia (HAM), seperti dimuat News.com.au, 30 Juni 2013.

Kabar UU Anti-Gay Vladimir Putin banyak mendapat tanggapan netizen Indonesia. Sebagian besar netizen berharap agar Indonesia memiliki sikap yang sama menolak aktivitas LGBT.

Pujian pun dilontarkan netizen kepada Putin. Seperti dikicaukan oleh akun @tweetfnuhusry. “Ini yang namanya leader kelas atas. Dia ga mau masa depan negara bangsanya kemayu”. 

“Tuh..Rusia saja tegas menolak kebebasan LGBT. Masa’ Indonesia yg adat timur ini “dipaksa” menerima ?? Tanya kenapa !!!” ujar akun @Ophan_Lamara.

Seperti diketahui, melalui pengesahaan UU ini, Rusia mempertahankan budaya lama yang hanya melegalkan hubungan berbeda jenis. Pemerintah Rusia akan menindak tegas penyebaran informasi dan tindakan apapun yang berkaitan dengan gay, mengkriminalisasikannya.

Jika ada warga yang melanggarnya akan dikenakan denda $ 168.87 atau sekitar Rp 1,7 juta. Untuk pejabat negara yang melanggarnya, mereka akan diminta untuk membayar denda sebesar $ 6.250 atau sekitar Rp 62 juta.

Sementara, bagi para warga negara asing tidak akan dikenakan denda, tapi akan dipenjara selama 15 hari, lalu dideportasi. Untuk organisasi yang melanggar, akan didenda 1 juta rubel atau Rp 303 juta dan dilarang beraktivitas selama 90 hari.

Merebaknya aktivitas LGBT secara terbuka di Indonesia membuat sejumlah pihak resah. Terutama orang tua yang khawatir tentang masa depan anak-anak mereka.

“Se’andainya negri kita bisa setegas rusia,, mungkin para orang tua seperti saya sudah tak perlu kuwatir lgi dengan pergaulan anak jaman skrng,,, Tpi sudah lah,,, mngkin para pemangku negri ini masih di sibukan dngan hal2 lainnya, Jdi tak sempat pikirkan anak2 penerus bngsa,” kicau akun @saiman60179950 menyuarakan rasa khawatirnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend