Saling Sandera Warga Sipil, Hubungan Korea Utara dan Malaysia Memanas

Saling Sandera Warga Sipil, Hubungan Korea Utara dan Malaysia Memanas

Sumber Foto : Istimewa

Hubungan Korea Utara dan Malaysia kian memanas. Kedua negara ini telah melarang warga masing-masing meninggalkan negara mereka. Tindakan ini menyusul atas terjadinya pembunuhan kakak tiri Presiden Korea Utara, Kim Jong-nam.

Setelah dua negara itu saling mengusir duta besar, kini giliran saling melakukan ‘penyanderaan’ terhadap staf kedutaan besar di negara masing-masing. Bahkan warga negara Malaysia yang berada di Korea Utara dilarang meninggalkan negara komunis itu, mereka harus tetap tinggal di Korea Utara hingga kasus Kim Jong-nam selesai.

Baca : Siti Aisyah Jalani Sidang Perdana Kasus Pembunuhan Kim Jong Nam

Sebagai tanggapan atas larangan itu, Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi kemudian menyatakan akan melarang semua staf Kedutaan Korea Utara dan diplomat meninggalkan negaranya. Hal ini dilakukan Polisi Malaysia yang menduga ada beberapa tersangka pembunuh Kim Jong-nam yang bersembunyi di dalam kantor Kedubes Korut di Kuala Lumpur.

Pantauan redaksi eveline pada media sosial twitter, mendapati berbagai komentar terkait apa yang terjadi diantara kedua negara tersebut. Seorang netizen dengan akun @OhhgoditsK menuliskan “This North Korea and Malaysia crisis is a serious matter. This is not an issue worth being made fun of. We’re talking about actual war here.”

Wakil juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Farhan Haq, meminta agar Korea Utara dan Malaysia dapat menyelesaikan masalah ini melalui langkah diplomatik dan tenang dengan mematuhi semua resolusi PBB.

Baca : Netizen Ramai Perbincangkan Siti Aisyah, Terduga Pembunuh Kim Jong Nam

Saling sandera warga negara yang dilakukan kedua belah pihak, sangat disayangkan dan merupakan perbuatan yang liar dan tidak dapat dimengerti. Ujar salah satu netizen dengan akun @Cenicenn“i can’t believe Malaysia and North Korea are holding each other’s people in what kind of wild is this”

Seorang netizen bahkan menyebutkan setidaknya ada 11 warga negara Malaysia yang berada di Korea Utara tidak dapat kembali ke negaranya. Sedangkan sekitar 1.000 warga negara Korea Utara tertahan di Malaysia. “There are apparently 11 Malaysians in North Korea at the moment and around 1,000 North Koreans in Malaysia (poss up to 2,500, some think)” tulis @TradingJeremy

Sebelumnya, pembunuhan terhadap Kim di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada 13 Februari oleh para eksekutor pembunuhan dengan menggunakan gas syaraf mematikan VX yang oleh PBB digolongkan sebagai senjata pemusnah massal.

Dua perempuan asal Vietnam dan Indonesia telah ditangkap dan didakwa atas pembunuhan dalam kasus ini, karena mereka diduga mengusapkan racun VX ke wajah korban.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend