Terjerat Kasus Pedofil di Inggris, Mahasiswa Indonesia Ini Bebas Bersyarat

Terjerat Kasus Pedofilia di Inggris, Mahasiswa Indonesia Ini Bebas Bersyarat

Sumber Foto : Istimewa

Seorang mahasiswa asal Indonesia yang berada di Inggris, Fakhri Anang ditangkap kepolisian setempat dengan tuduhan pedofilia. Fachri diketahui melakukan chat seksual terhadap akun yang mengaku sebagai anak berusia 14 tahun.

Atas kejadian ini, pria berumur 21 tahun itu harus dihadapkan ke pengadilan Newcastle Crown Court pada Kamis (27/7/2017). Dimana Fachri diganjar dengan hukuman delapan bulan dengan masa percobaan selama dua tahun

Berawal dengan mengontak profil palsu bernama Zen yang didirikan oleh kelompok Guardian of the North, Fakhri meminta agar anak laki-laki tersebut melakukan aktivitas seksual. Jaksa Bunch juga menuturkan fakta bahwa Fachri terus meminta agar Zen melakukan aktivitas seksual, padahal dirinya mengetahui kalau Zen adalah anak berusia 14 tahun.

Di persidangan, Jaksa Buch juga menjelaskan kalau di salah satu chatnya Fakhri meminta Zen untuk datang ke rumahnya dan ia memberikan alamat serta menawarkan untuk membayar uang taksi. Netizen yang mendengar kejadian ini merasa miris dengan tingkah laku Fakhri yang dianggap memalukan nama Indonesia.

Komentar datang dari pemilik akun @esterry yang meminta agar Fakhri harus terus diawasi jika dirinya pulang ke tanah air. “jauh jauh di negeri orang cuma bikin malu aja. para employers di indo harus beware of him. jangan sampai hire dia, a very dangerous man, apalagi around kids.”

Hal serupa juga dituliskan oleh pemilik akun @Petisi50,“Sudah jauh-jauh dan susah payah kuliah di LN, ternyata orientasi seknya menyimpang dan hantu hantu anak di bawah umur. Penegak hukum.dan orang tua di Indonesia harus waspada terhadap orang ini”

Walau begitu, mengutip kumparan.com apa yang dituduhkan pengadilan Newcastle Crown Court kepada Fakhri tidak terbukti dan alhasil pengadilan menyatakan kalau mahasiswa komunikasi massa itu bebas bersyarat. Hal tersebut diungkapkan oleh oleh KPensosbud KBRI London Thomas Ardian yang memberikan pendampingan terhadap hak-hak WNI yang mendapatkan permasalahan hukum.

Penjebakan yang dilakukan oleh LSM Guardian of the North yang memburu para pedofilia, menjadi perhatian beberapa netizen. Diantaranya menganggap kalau apa yang dilakukan oleh kelompok tersebut sangatlah mengerikan, “ngeri ya kalo maen dijebak kayak gitu. masak LSM sampek tega but akun fake kayak gitu but nyari pedofil.”

***

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend