Terkait Larangan Muslim Masuk AS, Ini Dia Himbauan dari KJRI San Francisco

Terkait Larangan Muslim Masuk AS, Ini Dia Himbauan dari KJRI San Francisco

Sumber foto: dakwatuna / klikbalikpapan

Presiden Amerika, Donald Trump nampaknya akan membuat perubahan besar bagi dunia. Pasalnya beberapa waktu lalu diketahui, presiden ke-45 Amerika itu resmi menandatangani dekrit yang berjudul:  “Perlindungan bangsa dari masuknya teroris asing ke Amerika Serikat”, saat dirinya menghadiri upacara di Pentagon untuk menyumpah James Mattis sebagai sekretaris pertahanannya.

Hal ini jelas berpengaruh pada para WNI yang sedang berada di negara tersebut. Tak tinggal diam, Konsulat Jenderal Republik Indonesia di San Francisco memberikan beberapa himbauan pada WNI di Amerika. Melalui akun twitter @kjri_sf, KJRI San Francisco menghimbau seluruh WNI yang berada di Amerika untuk tetap tenang.

Selain itu, WNI juga diharapkan untuk tetap menaati peraturan hukum yang berlaku di daerahnya. Para WNI dihimbau untuk ikut menjaga ketertiban di lingkungannya. Untuk mengantisipasi kejadian- kejadian yang tak diinginkan, mereka juga diharapkan untuk mengerti dan memahami hak- haknya.

Pemerintah sendiri melalui seluruh perwakilannya di Amerika menyatakan siap secara proaktif untuk memberikan pelayanan yang maksimal pada para WNI di negeri Paman Sam tersebut. Kini, pemerintah sendiri juga terus mengamati perkembangan yang terjadi dan akan melakukan upaya- upaya untuk mengantisipasi dampak yang mungkin timbul bagi WNI.

Baca: Protes Netizen Lewat Tagar #MuslimBan, Terkait Kebijakan Trump Larangan Muslim Masuk AS

KJRI San Francisco juga telah menyiapkan beberapa nomor telepon yang dapat dihubungi untuk melayani para WNI di Amerika yang membutuhkan bantuan.

Surat yang ditandatangani oleh Trump menyatakan bahwa pemerintah AS melarang  masuk orang-orang asing dari beberapa negara tertentu selama 120 hari. Meskipun tidak ada nama negara yang disebut di dalamnya, tetapi surat itu merujuk pada sebuah statuta yang mengatakan larangan itu dikenai atas tujuh negara mayoritas Muslim: Suriah, Iran, Sudan, Libya, Somalia, Yaman dan Iraq.

Ditambah lagi Lima warga Iraq dan seorang Yaman dicegah naik pesawat Egypt Air dari Kairo ke New York kemarin. Para penumpang tersebut tiba di Kairo untuk transit. Mereka lantas dihentikan dan diarahkan untuk kembali menuju negara asal mereka meskipun memegang visa yang sah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend