Akan Sweeping Warga Amerika Terkait Keputusan Trump, Netizen Kritik FPI

Akan Sweeping Warga Amerika Terkait Keputusan Trump, Netizen Kritik FPI

Sumber foto: foreignpolicyi / rmol

Presiden Amerika, Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel membuat kontroversi yang panjang. Semua pihak menyatakan ketidak setujuannya pada pernyataan Trump tersebut. Salah satu pihak yang protes terhadap pernyataan Trump adalah FPI DKI Jakarta. Tak hanya memprotes, mereka juga mengancam akan melakukan sweeping terhadap warga Amerika di Jakarta.

“Kami umat muslim Indonesia tidak segan-segan men-sweeping secara terang-terangan warga Amerika yang ada di Indonesia. Begitu juga sekutu-sekutunya,” kata Imam FPI Jakarta Muchsin Alatas, Senin (11/12).

Dikutip dari CNN Indonesia, bukan hanya FPI yang bergerak, tapi juga organisasi masyarakat islam lainnya. Muchsin mengingatkan aksi sweeping itu harus mendapat persetujuan petugas keamanan. Selain ancaman penyisiran warga AS, Muchsin juga menyatakan FPI tak akan segan menghancurkan kantor kedubes AS di Indonesia sebagai respons pengakuan AS tersebut.

Ancaman sweeping terhadap warga Amerika oleh FPI ini pun ramai ditanggapi oleh para pengguna media sosial twitter. Pengguna twitter mengkritik ancaman FPI tersebut. “FPI tu siapa? Seenaknya mau sweeping sweeping,” tulis pengguna twitter dengan akun @yudhaejr yang mempertanyakan status FPI.

Pengguna twitter dengan akun @IrvandiSyahid menyatakan bahwa sweeping warga Amerika bukanlah tindakan protes yang benar. “Mulai lagi ini…sy juga marah sama argument trump tapi bukan usik warga USA yg sedang ada di negeri ini.”

Ada juga pengguna twitter yang menyebut melakukan sweeping terhadap warga Amerika akan menimbulkan masalah baru. “Kalo uda pake cara sweping saya kira itu uda beda mazalah lg, dan lahirkan masalah lain, karna yang ngomong kan presidennya, lah kenapa rakyatnya yg di periksa?” kicau akun @Didex_Cho16.

Gelombang aksi massa terus terjadi di Kantor Kedubes AS di Jakarta sejak akhir pekan lalu. Massa memprotes pengakuan Trump atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Secara resmi, Pemerintah Republik Indonesia juga menolak pengakuan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend