Aksi Ngecor Kaki Petani Kendeng di Depan Istana Negara Kembali Curi Perhatian Netizen

Aksi Ngecor Kaki Petani Kendeng di Depan Istana Negara Kembali Curi Perhatian Netizen

Sumber foto: detik

Aksi petani dari kawasan Pegunungan Kendeng, Rembang, Jawa Tengah kembali menjadi sorotan publik. Pasalnya, mereka menggelar aksi mengecor kaki sendiri di depan Istana Negara, Senin (13/3).

Aksi yang dilakukan sekitar pukul 15.00 WIB ini sebagai wujud protes mereka terhadap izin lingkungan baru bagi PT. Semen Indonesia yang diteken Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Dengan izin tersebut, penambangan karst PT. Semen Indonesia di wilayah itu akan terus berlanjut.

Dikutip dari Kompas, aksi yang dilakukan lima orang petani ini tidak akan berhenti hingga Presiden Joko Widodo mengabulkan tuntutan mereka. Mereka meminta Presiden Jokowi segera mencabut izin lingkungan yang dikeluarkan oleh Ganjar dan menghentikan kegiatan penambangan karst oleh pabrik semen yang dinilai merusak lingkungan.

Aksi yang dilakukan lima petani Kendeng ini juga menjadi perhatian di media sosial twitter. Para pengguna twitter ramai berkomentar soal aksi lima petani tersebut. “Pak Gub @ganjarpranowo lihatlah para Ibu pejuang Kendeng ini Kokoh berjuang pantang menyerah tagih janji #Tolaksemen @jokowi @Jaleswari_P,” tulis pengguna twitter dengan akun @FaizaMardz.

Aksi ini sendiri bukanlah yang pertama kali dilakukan. Sebelumnya sebanyak sembilan wanita yang merupakan ibu- ibu yang berasal dari Kendeng melakukan aksi serupa periode Maret 2016. Aksi itu berakhir setelah Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki menemui sembilan petani perempuan dari Pegunungan Kendeng yg melakukan aksi protes di seberang Istana Negara dengan mengecor kakinya dengan semen.

Dalam kesempatan itu, Teten mengatakan bahwa Presiden sudah mengetahui aksi protes dan tuntutan yang diajukan oleh petani-petani di Pegunungan Kendeng. Teten juga berjanji akan mengagendakan pertemuan kesembilan wanita tersebut dengan  Presiden Joko Widodo.

Meski sudah ada Putusan Pengadilan yang berkekuatan hukum tetap dan Perintah Presiden untuk memoratorium izin, namun pada 23 Februari 2017 Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kembali mengeluarkan izin lingkungan.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*