Ancam Potong Tentara, Iwan Bopeng Terima Sejumlah Video Tantangan Duel

unsur komunis

Foto: Istimewa

Nama Iwan Bopeng saat ini sedang ramai diperbincangkan netizen Indonesia. Iwan Bopeng diduga bernama asli Fredy Tuhenay yang berdomisili di Jakarta ramai menarik perhatian netizen setelah beredar video berisi ancaman. Dalam video tersebut, Iwan Bopeng terlihat mengancam tentara.

“Tu anak siapa itu anak kecil tadi eh.. tentara gua potong di sini, apalagi elu ye” ancam pria berbaju kotak-kotak dalam video tersebut.

Baca: Adanya Unsur Komunis Di ‘Ancaman Potong Tentara’ Oleh Pendukung Ahok di TPS, Disorot Netizen

Video Iwan Bopeng yang viral di media sosial ini ternyata ramai menuai tanggapan netizen. Sejumlah video terlihat diunggah netizen yang berisi pesan siap menerima ancaman dari Iwan Bopeng.

Video pertama yang sempat beredar memperlihatkan seseorang dengan latar belakang helm polisi militer menantang Iwan Bopeng. Tidak sampai disitu, dalam video yang diunggah terlihat penantang Iwan Bopeng mempraktekkan ilmu kebal.

Uniknya lagi, beredar video yang memperlihatkan seorang anak kecil menantang Iwan Bopeng dengan memperlihatkan ilmu kebal. Bahkan dalam unggahan video tersebut, anak kecil memperlihatkan pisau yang tajam dengan memotong kemasan plastik minuman air mineral.

Tidak cukup sampai disitu, beredar juga video seseorang berseragam TNI kembali mengancam Iwan Bopeng. Dilihat dari jenis sepatu yang digunakan, pria dalam video tersebut berasal dari satuan Polisi Militer Angkatan Darat.

Menanggapi banyaknya ancaman tersebut, pria yang diduga bernama Iwan Bopeng mengunggah video permintaan maaf. Melalui akun facebook Fredy Tuhenay, Iwan meminta maaf secara tulus kepada anggota TNI. Besar harapan Iwan agar masalah tersebut tidak melebar kemana-mana.

Pantauan redaksi eveline, pada Sabtu (18/2) kata kunci Iwan Bopeng sempat menjadi bagian dari papan trending topik Indonesia. Sebanyak 4.633 tweet terlihat berkicau nama Iwan Bopeng.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*