Bakal Terbitkan Perda Batasi Ruang Gerak LGBT, Netizen Puji Langkah Pemprov Sumbar

Perda

(Sumber Foto: republika.co.id)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Barat (Sumbar) mengupayakan penerbitan peraturan daerah (Perda) untuk membatasi ruang gerak Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender (LGBT) di daerah itu karena tidak sesuai adat dan agama.

“Pemprov Sumbar berkomitmen untuk memerangi perilaku menyimpang tersebut agar jangan berkembang di Sumbar,” kata Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit di Padang, Jumat (5/1).

Ia mengatakan, itu dalam rapat koordinasi menanggulangi perkembangan LGBT di Sumbar. Ia menyebutkan, berdasarkan informasi dari media, LGBT sudah mulai berkembang di daerah itu. Mengantisipasinya perlu dibuatkan perda. “Kita akan bicarakan dengan semua pihak terkait, seperti dinas, DPRD, LKAAM, ulama, dan cadiak pandai (tokoh masyarakat),” tambahnya.

Sementara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumbar, Hendri mengatakan, ada tiga langkah yang harus dilakukan untuk memberantas LGBT, yaitu meningkatkan penjagaan dan pencegahan mulai dari keluarga, sekolah, dan organisasi-organisasi masyarakat. Kemudian, mengobati mereka yang sudah terkena penyakit tersebut.

Lalu yang terakhir perlu adanya sanksi, aturan hukum, adat, dan sosial terhadap pelaku tersebut. Sekretaris Dinas Pendidikan Sumbar, Bustavidia dalam kesempatan yang sama menyebutkan pihaknya akan menggencarkan sosialisasi ke sekolah-sekolah terkait bahaya LGBT agar tidak ada siswa yang terjerumus.

(Baca juga: Pramuka Sumbar Bakal Beraksi Perangi Narkoba, Pornografi, Dan LGBT, Netizen: Bukan Cuma Menolak!)

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Merry Yuliesday menyebutkan perilaku LGBT rentan terhadap penyebaran HIV/ AIDS, karena itu pihaknya akan berkoordinasi dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) untuk memberikan sosialisasi dan penanganan persoalan LGBT di Sumbar.

Pantauan redaksi eveline, mendapati ragam komentar netizen di media social terkait Sumbar terbitkan Perda batasi ruang gerak LGBT. Netizen dengan akun Al Munir Mukhtar, puji langkah Pemprov Sumbar, “Mantab..salut dg Pemprov Sumbar…”. Komentar senada dilontarkan netizen bernama Farid Yuliasman Yaqub, “Mantap mantap. Ranah Minang bebas LGBT !! jangan coba2 di Ranah Bundo kami”.

Lebih jauh, seorang netizen sebut soal mempertahankan nilai luhur bangsa, “Apreasiase tinggi, mantap, pemerintah memang harus peduli dan melindungi nilai luhur bangsanya, jangan biarkan pengaruh buruk dan penyimpangan menyebar padahal sudah terang jelas bahwa tidak sesuai dgn bangsa ini dan nilai-nilainya, ini hak kita untuk melindungi dan menjaga moral bangsa”, disampaikan akun Mupid Irvan.

Sekadar tambahan, Wakil Gubernur Sumatra Barat Nasrul Abit meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlibat dalam perilaku LGBT, ditindak tegas. Kemarahan Nasrul ini muncul setelah mendengar kabar adanya oknum PNS Pemkot Pariaman yang terjaring razia Satpol PP. Ironisnya, oknum PNS tersebut diduga sedang berduaan dengan pasangan LGBT-nya. “Saya minta pimpinannya (Kadisnya) memberikan sanksi tegas. Ini memalukan, tidak ada tempat untuk LGBT di Sumbar. Apalagi ASN,” kata Nasrul, Rabu (1/11).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend