Bobotoh Sindir Peserta Aksi Nyalakan Lilin di Bandung Lewat Tagar #BandungTeuPaduli

Bobotoh Sindir Peserta Aksi Nyalakan Lilin di Bandung Lewat Tagar #BandungTeuPaduli

Sumber foto: twitter / detik

Aksi nyalakan lilin di beberapa kota Indonesia belakangan mencuri perhatian publik. Mulai dari satu kota ke kota lain secara bergantian menggelar acara yang diduga merupakan aksi simpatik pada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang divonis dua tahun penjara.

Demikian dengan Bandung. Massa melakukan aksi nyalakan lilin pada Sabtu (13/5) malam. Sayangnya, aksi massa ini bertepatan dengan acara nonton bareng laga Persib Bandung yang diramaikan oleh pendukung mereka, Bobotoh.

Disinilah perdebatan berawal. Disinyalir, ada beberapa akun yang diduga merupakan akun peserta aksi nyalakan lilin yang digelar di kawasan Gedung Sate menyindir acara nonton bareng Persib Bandung tersebut. Salah satu kicauan kontroversial itu datang dari akun @sydsalesman. “Sayup2 Indonesia Raya di Bandung – Jawa Barat! (dikepung loudspeaker yg sengaja dipasang & siarkan pertandingan Persib),” cuitnya.

Sontak, Bobotoh yang mengetahui hal tersebut pun tak terima. Bobotoh menilai nonton bareng laga Persib Bandung sudah diadakan sejak lama. Di media sosial twitter sendiri muncul tagar #BandungTeuPaduli dari para Bobotoh yang menilai Bandung tidak peduli dengan aksi nyalakan lilin tersebut karena laga Persib jauh lebih penting.

“mau bakar lilin silahkan knp usik tradisi kami #BandungTeuPaduli,” tulis salah satu Bobotoh dengan akun @HendySupriadi2 yang mempersilahkan aksi nyalakan lilin berjalan namun tak perlu mengusik acara nonton bareng Persib Bandung.

Berbeda dengan komentar akun @officialvpc yang menyebut acara selain nonton bareng Persib Bandung sangat mengganggu. “Udah gosah ngurus urusan ibukota, atau urusan lainnya. Lagi Nobar ganggu kesenangan warga Bandung aja #NoOffence.”

Dikutip dari Bandung Aktual, polisi sendiri langsung membubarkan massa aksi nyalakan lilin ketika waktu yang digunakan untuk aksi tersebut telah habis. Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Hendro Pandowo, polisi memberikan peringatan untuk membubarkan diri. “Kita kasih peringatan pulang, mereka sudah menyampaikan aspirasinya kini diimbau kembali ke rumahnya masing-masing,” ujar Hendro.

Menurut Hendro, acara tersebut ada pemberitahuannya hingga pukul 18.30 WIB. Pada perinsipnya demo atau unjuk rasa dengan mobil sudah selesai. “Karena sudah melewati batas maka kami mengimbau untuk pulang,” ujarnya.

Polisi membubarkan masa dengan meniup-niup peluit. Perlahan masa pun mulai bubar. Awalnya masa melakukan aksi tepat didepan Gedung Sate, lalu berpindah ke sisi Lapangan Gasibu.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend