Densus 88 Selidiki Penyerangan Gereja St Lidwina, Netizen Bandingkan dengan Kasus Ulama

Densus 88 Selidiki Penyerangan Gereja St Lidwina, Netizen Bandingkan dengan Kasus Ulama

Sumber foto: tribunmedan / tempo

Pihak kepolisian bergerak cepat untuk mengusut kasus penyerangan terhadap Gereja St Lidwina, Sleman, Yogyakarta. Kepala Bareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto menyatakan, pihaknya akan menurunkan tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror untuk menyelidiki penyerangan yang terjadi pada Minggu (11/2) kemarin.

“Sudah pasti (turunkan Densus 88), untuk menyelidiki dan menganalisa,” kata Ari Dono seperti dikutip dari Viva News.

Menurut Ari, diturunkannya Densus 88 Antiteror untuk mengetahui motif asli di balik penyerangan Gereja Santa Lidwina. Motif yang didalami, lanjut Ari, terkait dengan kategori teror yang dilakukan oleh pelaku, apakah serangan dilakukan secara berkelompok atau lone wolf.

Sikap kepolisian ini langsung ramai ditanggapi oleh pengguna media sosial twitter. Pengguna twitter membandingkan sikap kepolisian ketika menghadapi kasus penyerangan terhadap ulama. “Waktu ulama d bunuh ngak ada densus 88,” tulis akun @abi_meisha.

Kicauan senada juga diutarakan akun @henao_212. “Wkkwkwkwkw waktu ulama ampe di bunuh ke mana densus 88? Oo iya lupa kan orang gila ya, masa sesama gila saling makan sih bhuahahhahahahahhahaha.”

Ada juga pengguna twitter yang menuntut penegak hukum untuk adil dalam menanggapi beberapa kasus yang terjadi belakangan ini. “1 serangan gereja, terlupakan sudah serangan beberapa kali terhadap ulama. Penegak hukum yang adil donk. Ketidakadilan adalah juga provokator,” kicau akun @notoDsign.

Lebih lanjut, pihak kepolisian juga menyesalkan atas terjadinya insiden penyerangan rumah ibadah tersebut. Menurut Ari, peristiwa penyerangan yang mengakibatkan empat orang luka-luka itu telah membuat masyarakat Yogyakarta merasa tidak aman.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend