DPO Teroris Poso Tertangkap, Netizen Pertanyakan Keterlibatan FPI

Dua orang DPO teroris Poso Kelompok Santoso berhasil ditangkap pada hari Senin (25/1/2016) di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. DPO yang ditangkap oleh Detasemen Khusus (Densus) Anti Teror 88 dan personel Polres Luwu ini adalah Ahwy alias Harum dan Chandra alias Fatahillah.

Teroris Poso yang bernama Ahwy (25), merupakan salah satu tersangka pelaku pembunuhan dua anggota Polri Briptu Andi Sapa dan Brigpol Sudirman di pegunungan Tamanjeka, Desa Masani, Kec. Poso Pesisir, Kab. Poso, Sulawesi Tengah. Tersangka merupakan DPO jaringan teror di Poso dan diduga termasuk salah satu pelaku yang memutilasi kedua korbannya, yang ditemukan terkubur di lubang pada 16 Oktober 2012 silam. Sedangkan Chandra yang merupakan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Luwu turut diamankan karena menyembunyikan dan memfasilitasi penginapan tersangka.

Sementara itu, Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah kembali merilis jumlah daftar pencarian orang (DPO). Polisi mengungkap ada 17 nama baru di antaranya tiga perempuan yang terdaftar sebagai kelompok teroris, pimpinan Santoso Abu Wardah. 17 nama baru yang bergabung dengan Jaringan Kelompok Santoso di Poso berhasil diketahui setelah pihak kepolisian menemukan sebuah dokumen di pondok tempat persembunyian Kelompok Santoso di wilayah Pegunungan Poso Pesisir. Dari dokumen tersebut, terdapat serangkaian rencana kegiatan aksi teror oleh kelompok Santoso yang sudah disiapkan.

Sebelumnya kelompok Santoso ini bersama pengikutnya berjumlah 28 Orang. Namun hingga kini bertambah menjadi 45 orang yang diperkirakan keberadaannya berada di pegunungan dan hutan-hutan yang ada di wilayah Poso Pesisir Bersaudara dan Lore. Hingga kini aparat kepolisian dibantu Tentara Nasional Indonesia terus melakukan pengejaran kelompok Santoso di wilayah Poso, Sulawesi Tengah.

Redaksi Eveline merangkum cuitan para netizen pada laman twitter terkait teroris poso.  H M Slamet Haryono ‏lewat akunnya @bangsri48 mencuit “Kepolisian Resor Luwu memastikan satu dari dua terduga teroris yang ditangkap di Poso adalah jaringan Santoso”.

Ada juga netizen yang mempertanyakan hubungan teroris Poso dengan Front Pembela Islam (FPI). Mohamad Guntur Romli ‏melalui akunnya @GunRomli mencuit “Diduga Anggota Teroris Poso, Ketua FPI Luwu Diringkus Densus 88”, juga akun ‏@embah72 yang mencuit “Keterlibatan Ket FPI LUWU dlm Teroris Poso, MAU NGELES APA LG FPI ?”

One thought on “DPO Teroris Poso Tertangkap, Netizen Pertanyakan Keterlibatan FPI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend