Dua Mahasiswa Ditahan Kepolisian, Begini Sikap Pemuda Muhammadiyah

istana

Foto: Ilustrasi

Penyidik Polda Metro Jaya menahan dua pengunjuk rasa yang berakhir ricuh saat memprotes tiga tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) di depan Istana Kepresidenan Jakarta Pusat pada Jumat (20/10) malam.

“Sudah (diperiksa) ditahan dua orang,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Senin (23/10) seperti dilansir dari Republika.co.id.

Argo menyebutkan petugas menahan dua pendemo berinisial IM dan MAS, sedangkan 12 orang lainnya dipulangkan karena tidak ditemukan alat bukti terlibat kerusuhan demo. Argo menuturkan dua orang yang ditahan diduga melanggar pidana Pasal 160 KUHP tentang penghasutan, Pasal 216 KUHP dan Pasal 218 KUHP tentang tidak menghormati dan mematuhi perintah dari petugas kepolisian.

Penahan terhadap dua orang mahasiswa pendemo mendapat beragam komentar dari netizen Indonesia. Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjutak juga terlihat melayangkan protesnya. Ia bahkan meminta agar Presiden dan Wakil Presiden menghentikan penahanan terhadap mahasiswa.

Dahnil juga menyebutkan bahwa Pemuda Muhammadiyah siap untuk memberikan bantuan hukum terhadap mahasiswa yang ditahan kepolisian.

“Saya tidak tahu adik2 yg dikriminalisasi ini.@pppemudamuh siap membantu scr hukum, Bila ada Yg kenal dg mrk, silahkan hub @faisalprogresif” kicaunya pada Minggu (22/10).

Seperti diketahui, sejumlah elemen mahasiswa berunjuk rasa memprotes tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK di depan Istana Kepresidenan pada Jumat (20/10) siang. Aparat kepolisian telah mengupayakan berbagai cara dan persuasif mengimbau pendemo menyampaikan aspirasi sesuai undang-undang.

Bahkan petugas memberikan kesempatan kepada pengunjuk rasa berdemo sejak pukul 11.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB, padahal sesuai aturan batas demo pada pukul 18.00 WIB. Lantaran tidak menuruti imbauan, petugas membubarkan paksa pengunjuk rasa, namun beberapa pendemo melakukan perlawanan dan perusakan terhadap fasilitas umum.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend