Ini Dia Langkah Kemenhub untuk Maskapai Citilink

Ini Dia Langkah Kemenhub untuk Maskapai Citilink

Sumber foto: tribunnews

Terkait kasus Citilink yang ramai dibicarakan publik beberapa waktu terakhir, Kementerian Perhubungan pun mengambil langkah cepat. Kemenhub telah memeriksa maskapai tersebut dan ditemukan beberapa pelanggaran. Pertama, pilot tidak melalui Flight Operations (Flop). Flop adalah apabila pilot melakukan penerbangan pertama ada pengarahan atau briefing dari Flight Operations Officer (FOO).

Pelanggaran kedua adalah maskapai telah mempersilahkan penumpang untuk naik ke pesawat, padahal awak pesawat sendiri belum lengkap. Selain itu, pilot juga tidak melakukan briefing kepada awak yang bertugas. Pengumuman yang disampaikan pilot pada penumpang juga dinilai sebagai sebuah pelanggaran karena tidak sesuai dengan prosedur. Citilink Indonesia telah melanggar regulasi Civil Aviation Safety Regulation (C.A.S.R) nomor 121.601.

Kemenhub sendiri telah memberikan peringatan tertulis pada Citilink, Rabu (4/1). Pihak Kemenhub memberikan jangka waktu satu bulan untuk maskapai tersebut melakukan pembenahan atas pelanggaran yang telah dilakukan.

Tak hanya maskapai saja yang terkena dampak, si pemeran utama yakni pilot yang diketahui mabuk sebelum menjalankan tugas itu juga telah dicabut lisensi penerbangannya. Setelah mencabut lisensi penerbangan, Kemenhub menyerahkan pilot mabuk tersebut kepada pihak BNN.

BNN sendiri telah melakukan pemeriksaan pada pilot yang belakangan diketahui bernama Tekad Purna Agniamamarto. Pemeriksaan yang dilakukan yakni, pemeriksaan uji laboratorium dan pemeriksaan lisan dengan wawancara. Namun, BNN belum bisa memastikan apakah Tekad mengkonsumsi narkoba atau tidak.

Menteri Perhubungan, Budi Karya langsung memerintahkan jajarannya khususnya Dirjen Hubud untuk meningkatkan pengawasan dan melakukan prosedur baru. Prosedur baru antara lain dengan menggunakan CCTV sebagai penangkalan bagi petugas atau awak pesawat yang dinilai meragukan untuk bertugas.

Sebelumnya diberitakan Seorang pengguna twitter dengan akun @htsubiyantoro pada Rabu (28/12/2016) pagi  menuliskan bahwa pilot maskapai Citilink dengan rute Surabaya – Jakarta pada yang ditumpanginya dalam keadaan mabuk.

Menurut pria dengan nama profile Hendro T Subiyantoro, dugaan pilot yang mabuk itu berdasar suara pilot yang terdengar “ngelantur” saat memberikan pengumuman melalu public announcer (PA) di dalam kabin pesawat. Alhasil hal itu membuat penumpang di dalam pesawat kebingungan.

Penumpang yang berada didalam saat itu langsung meminta agar pilot tersebut diganti. Melihat kondisi ini dan untuk menjaga agar tidak terjadi delay panjang dalam peak season ini, pihak Citilink memutuskan untuk mengganti pilot tersebut dan melanjutkan penerbangan QG800 dari Surabaya menuju Jakarta. Akibat insiden ini, penerbangan tertunda sekitar satu jam. QG800 baru lepas landas dari bandara Juanda Surabaya sekitar pukul 06.30 WIB dan mendarat di Jakarta pukul 07.45 WIB.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend