Kabur Dari Gresik Ratusan TKA China Ilegal “Disembunyikan” Ke Malang, Netizen: Kejar

TKA China

(Sumber foto: akun twitter @posmetroinfo/JPNN.com)

Koordinator Gerakan Rakyat (Gerak) Jatim Usir TKA Ilegal Arif Fathoni mengatakan, ramainya pemberitaan media soal keberadaan ratusan TKA asal China di Gresik membuat sejumlah pihak yang selama ini menjadi pelindung mereka ambil langkah seribu.

(Baca: Dua Bus Pekerja Tiongkok Kabur Hindari Razia Imigrasi Di Gresik, Netizen: Hebat Kan!)

Disinyalir ada permainan yang melibatkan institusi tertentu dalam penindakan ratusan tenaga kerja ilegal asal China yang bekerja di Kabupaten Gresik. Toni menjelaskan, pihaknya menduga inspeksi gabungan yang dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja Gresik, Imigrasi beberapa waktu lalu di lokasi proyek pekerjaan pabrik amoniak telah terlebih dahulu dibocorkan oleh oknum-oknum pemerintah yang menjadi pelindung keberadaan TKA Cina

“Jadi ketika sidak tersebut, katanya tidak ditemukan keberadaan TKA ilegal sebagaimana yang ramai diberitakan, yang ada hanya sekitar 40 TKA yang memiliki dokumen keimigrasian yang sah,” jelasnya.

Pria yang juga pengacara ini menambahkan, padahal berdasarkan info yang organisasinya dapatkan, sebelum tim gabungan melakukan inspeksi mendadak ke lokasi kerja, ratusan TKA Cina diduga telah dipindahkan sementara ke kota malang dengan modus wisata dan orientasi lapangan soal kebudayaan Indonesia.

“Mereka (TKA ilegal) mulai menginap di salah satu hotel di Malang sejak tanggal 16- 18 Desember 2016, dan 19 Desember 2016 sudah dibawa ke Surabaya dengan menggunakan 3 bus pariwisata untuk menunggu proses kepulangan ke negara asal,” tambahnya.

Pihaknya, lanjut Toni, terus memantau keberadaan ratusan tenaga kerja asing ilegal ini hingga sampai ke Surabaya, untuk memastikan agar pihak yang berwenang benar-benar menerapkan hukum atas sejumlah pelanggaran baik keimigrasian maupun dugaan  tindak pidana ketenagakerjaan

“Awalnya kami mendapatkan informasi mereka akan diinapkan sementara di 2 hotel di daerah Mayjend Sungkono, namun begitu kita terjunkan relawan untuk mengamati, hingga dini hari keberadaan mereka tidak diketahui,” paparnya.

Masih menurut Toni, pihaknya menghimbau aparat yang berwenang untuk tidak bermain main dalam hal penindakan hukum terhadap TKA ilegal di Jawa Timur, “Sudahlah, eranya sudah berubah, partisipasi rakyat untuk memantau kinerja pemerintah semakin tinggi, semua mata memandang kinerja pemerintah, masak tidak malu dengan sumpah jabatan yang melekat ketika menjadi abdi negara,” tegasnya.

Ketika disinggung mengenai target gerakan, Toni mengatakan, target yang ingin dicapai dalam gerakannya adalah membebaskan Jawa Timur dari keberadaan tenaga kerja asing ilegal, karena disamping mengambil potensi serapan tenaga kerja lokal, keberadaan tenaga kerja asing ilegal juga merusak kewibawaan bangsa Indonesia sebagai Negara yang berdaulat. “Kalau Rakyat tidak bergerak, maka kelak anak cucu kita hanya jadi penonton di negri sendiri,” pungkasnya.

Pantauan redaksi eveline, mendapati netizen berkomentar terkait kaburnya TKA ilegal China dari Gresik diduga disembunyikan ke Malang.  Berikut komentar netizen pada linimasa twitter. “yg nyembunyi in itu berarti pengkhianat NKRI namanya..kalau benar spt itu….”. Kicau akun @novriyanto107, sampaikan dugaan.

Netizen ini pun mempertanyakan soal banyaknya pengangguran di Indonesia pada pemerintah dan DPR. “tenaga kerja lokal pada keblangsak krn nganggur kok mereka bisa kerja di NKRI ini..Oh PAK PResident,DPR, BGM INI.YA ALLAH”. Hal senada juga dipertanyakan akun @lisa25563292, “nah lho apa lg ini. DPR RI bgmn ini? Rakyat msh banyak yg nganggur. Tlg pemerintah lihat faktanya dalih wisata”.

Selanjutnya, apresiasi terhadap upaya razia TKA Ilegal disampaikan dua netizen berikut, “itu yg di daerah gresik. Klo di tmpt lain gmn ? Proses dong bpk2 polisi dan imigrasi ..”, tulis @Aru_Ohara. Hal yang sama juga diapresiasi akun @al_bataw1, “klo di malang mreka ga di razia ya?”.

Sementara itu, dua dari netizen lain terlihat bersemangat dalam mendukung penangkapan terhadap TKA ilegal. “kejar…” kicau akun @verdinna, hingga berlanjut pada deportasi. “kejar terus dan deportasi”, sambung akun @alfatih_krg.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend