Kasus Pembacokan Hermansyah Dipertanyakan, Netizen Beri Komentar

Kasus Pembacokan Hermansyah Dipertanyakan, Netizen Beri Komentar

Sumber foto: kompas / viva

Kasus pembacokan ahli IT ITB, Hermansyah sudah berjalan kurang lebih dua bulan. Pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar angkat bicara soal kasus tersebut.

Menurut Bambang, kepolisian nampaknya kesulitan dalam mengungkap kasus pembacokan Hermansyah ini. Diduga berkas kasus tersebut oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta karena ada alat bukti yang belum pas atau benar.

“Kasus pembacokan Hermansyah praktis sudah dua bulan. Namun kasusnya terkesan mandek. Malah, kabarnya berkas-berkas kasus tersebut ditolak Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta,” ungkap Bambang, Senin (9/10) seperti dikutip Republika.

Jika berkas- berkas tersebut memang benar ditolak oleh Kejati DKI, Bambang merasa aneh. Hal ini dikarenakan sebelumnya pihak kepolisian sudah mengatakan bahwa penanganan kasus Hermansyah tak ada masalah.

Ia merasa, jika benar berkas-berkas kasus itu ditolak Kejati DKI Jakarta, perlu ditanyakan pula karena ada kasus serupa yang belum terungkap. Kasus tersebut asalah kasus penyerangan menggunakan air keras yang menimpa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.

Kelanjutan kasus Hermansyah ini pun juga ramai mendapat komentar dari para pengguna media sosial twitter.

Salah satunya akun @Thanmust yang merasa aneh bila kepolisian bermasalah dengan alat bukti. “Yaa Allah jelas bgt ada korbannya.masa blm dpt buktinya.gak ada cctv apa?ketidak lengkapan alat bukti melengkapi ketidak adilan kasus ini.”

Berbeda dengan komentar akun @wibi_y yang menilai kasus ini sangat sulit dilanjutkan. “Ini kasus sangat sangat sangat sulit, sama seperti kasus bang novel..perlu paranormal kayaknya.”

Ada juga pengguna twitter yang berkomentar kasus- kasus terdahulu akan terlupakan seiring adanya kasus- kasus besar yang akan datang. “Dgn munculnya banyak kasus baru, terkuburlah kasus2 lama yg gak tuntas.”

Sebelumnya diberitakan Kejati DKI Jakarta menolak berkas acara pemeriksaan (BAP) lima tersangka pembacokan terhadap Hermansyah dari penyidik Polda Metro Jaya. Kasipenkum Kejati DKI Jakarta Nirwan Nawawi mengatakan, BAP Laurens Paliyaman, Edwin Hitipeuw, Erik, Richard, dan Domingus ditolak karena dinyatakan belum lengkap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend