Komentar Netizen Tanggapi Rencana Pertemuan Napi Terorisme dengan Korban

Komjen Pol Suhardi Alius Menjadi Kepala BNPT, Netizen Ucapkan Selamat

Foto: Ilustrasi

Pemerintah akan mempertemukan ratusan mantan narapidana terorisme dengan korban serta keluarga korban pada akhir Februari 2018.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Polisi Suhardi Alius mengungkapkan maksud dan tujuan rencana pemerintah tersebut.

“Hanya forum, pertemuan yang baik, kami diskusi. Ini untuk embrio kedepannya,” ujar Suhardi di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (6/2/2018).

Suhardi mengatakan bahwa embrio yang ia maksud, yaitu agar tidak ada lagi dendam antara korban dan mantan pelaku terorisme.

Selain itu, rekonsiliasi kedua pihak juga diharapkan akan memunculkan motivasi para mantan narapidana terorisme untuk ikut mengingatkan masyarakat agar tidak bergabung dengan kelompok radikal.

Sebab, aksi teror yang dianggap sebagai perjuangan justru membuat saudara-saudara sebangsa yang tidak bersalah menjadi korban.

“Mau sampai kapan (dendam itu ada)? Mudah-mudahan tidak terjadi lagi (aksi teror). Ini untuk memotivasi seluruhnya untuk kedamaian,” kata Suhardi.

Rencana tersebut mendapat tanggapan beragam dari netizen Indonesia. Sebagian terlihat pesimis dengan rencana tersebut. Terbukti, kemarahan netizen terlihat dari komentar-komentar mereka.

“Ngomong gampang, kalau kau korbanya gimana, apakah mau memaafkanya?” komentar akun facebook Lisbon Sinaga.

Akun Morgan Getz justru berkomentar lebih panas. “ktm trus pihak korban d perbolehkan membakar palakunya, yang bener hrsnya sperti itu”. 

Seperti diketahui, pemerintah menggelar rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga terkait dengan rekonsiliasi dalam upaya pencegahan radikalisme di Kantor Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan.

Usai rapat, Menko Polhukam Wiranto mengatakan bahwa pemerintah akan mengupayakan cara baru yang dianggap lebih manusiawi untuk pencegahan radikalisme terulang kembali dari para mantan narapidana terorisme.

Nantinya, tutur dia, para mantan narapidana terorisme akan meminta maaf secara langsung kepada keluarga korban terorisme. Hal ini dilakukan agar tidak ada lagi kebencian keluarga korban kepada mantan narapidana terorisme.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend