KSAD Menyoal Sebutan KKB Pada Kelompok Separatis Di Papua, Netizen: TNI Cerdas

KSAD

(Sumber foto: FB Cut Meutia Adrina/sindonews.com)

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono mengimbau kepada pemerintah dan DPR untuk segera bersikap menyangkut kasus penyanderaan masyarakat sipil yang dilakukan oleh kelompok bersenjata di lokasi yang tidak jauh dari Freeport, Papua. Sebab, mereka merupakan kelompok separatis.

“Itu separatis, berdasarkan UU harus ditumpas dan diberantas. Jadi ternyata, dalam kegiatan ini tentara ada payung hukumnya. (Kami) mengimbau kepada pemerintah dan DPR harus mengambil sikap dibagaimanakan (kelompok bersenjata),” ujarnya kepada wartawan di Pusdikif Pussenif Kodiklat AD, Cipatat, Selasa (14/11).

Menurutnya, pihaknya terus mengikuti perkembangan kasus penyanderaan tersebut dan menilai kelompok bersenjata banyak membuat pernyataan yang mengundang provokasi. Kelompok bersenjata yang menyatakan perang dengan Indonesia, menurut Mulyono, sangat merugikan masyarakat.

“Ini kan merupakan ancaman yang tidak main main. Ancaman serius,” ungkapnya. Menurutnya, tanpa payung hukum yang jelas TNI tidak bisa berbuat apa-apa disana. Apalagi kondisinya bukan dengan status darurat militer. Saat ini berdasarkan Undang-Undang pihaknya mem-back-up kepolisian.

Sebelumnya, Jenderal Mulyono juga menyoal sebutan KKB. Selama disebut KKB, Maka TNI tak bisa berbuat maksimal. “Sepanjang itu masih dikatakan sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), pasti ranahnya ranah hukum. Kalau ranah hukum berarti TNI tak bisa berbuat maksimal walaupun itu kenyataannya seperti itu (separatis).” kata Jenderal Mulyono.

Berikut pantauan redaksi eveline, mendapati ragam komentar netizen di media sosial terkait KSAD menyoal sebutan KKB pada kelompok separatis di Papua.

Panglima TNI cerdas, sepakat tunggu keputusan politik dari pemerintah dan DPR-RI.TNI harus hati-hati, jangan sampai…

Posted by Cut Meutia Adrina on Wednesday, November 15, 2017

Tak hanya itu, ada juga pendapat netizen yang meminta agar TNI menahan diri, seperti disampaikan dua netizen berikut. “Kalo menurut saya pribadi,,, biar aja dulu liat brimob dan densus aja dulu yg maju,,,, membuktikan kehebatan mereka peperangan betulan,,,,, kan sudah ada senjata RPG yg canggih katanya,,, ya sudah buktikan dulu mereka maju,,, TNI ngawasin aja nonton dulu ,,,, ntar kalo di minta bantuan baru serbu”, tulis DhianSyah Purwantho.

Sedang netizen bernama Made Winata, menulis, “Wow good….. TNI, menurut sy pribadi..biarkan aja dulu yg menangani Brimob dan Densusnya. Kata Bpk pol yg fb tdk begitu lama bahwa TNI makan tidur tugasnya, sekarang agar bkp yg dimaksud distas merencanakan, melaksanakan tugas2nya. Gaji sama. Ulp samakan. Tugas tentu sama. Kami sangat2 bangga kpd Prajurit TNI kendatipun berat tdk pernah mengeluh dlm tugasnya. Rela berkorban demi NKRI. Salam Komando Bravo TNI ku tetap jaya”.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend