Lewat Twitter, TNI AU Minta Maaf Soal Kicauan Isu 5000 Senjata Ilegal

Lewat Twitter, TNI AU Minta Maaf Soal Kicauan Isu 5000 Senjata Ilegal

Sumber foto: twitter / kompas

Isu soal 5000 senjata ilegal kini menjadi polemik. Salah satunya adalah akun twitter TNI AU. Admin akun TNI AU meminta maaf soal kicauannya tentang hal tersebut.

Hal ini berawal dari kicauan TNI AU yang menanggapi curhatan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang menyebut ada informasi upaya pembelian 5000 pucuk senjata yang dilakukan oleh institusi diluar TNI dan Polri.

TNI AU, lewat akun twitternya @_TNIAU pun berkicau mengeluarkan komentarnya. “5 ribu pucuk itu banyak lho, gimana cara ngumpetinnya. Dan apakah pernyataan Panglima itu memang benar?. Karena dari @puspen_tni belum ada keterangan”, cuit admin @_TNIAU.

Setelah komentar itu, twitter TNI AU pun ramai mendapat sorotan. Mengetahui hal tersebut, Kadispenau Marsma Jemi Trisonjaya meminta maaf terkait kicauan akun Twitter TNI AU.

“Saya selaku penanggung jawab Twitter TNI AU, perlu menjelaskan kepada seluruh masyarakat, sebelumnya menyampaikan permohonan maaf atas ‘mention di twitter TNI AU’ sehingga menimbulkan berbagai pendapat tentang TNI AU,” ujar Jemi seperti dikutip dari Okezone, Minggu (24/9).

Kendati demikian, Jemi menyebut, pernyataan admin akun Twitter TNI AU yang berkaitan dengan pernyataan Panglima TNI tetang penyelundupan 5.000 senjata, tidak ada keterkaitan dengan substansi pernyataan dari orang nomor satu di korps militer tersebut.

Ia justru ingin mengajak masyarakat tidak mudah melemparkan hoax, baik kepada atau mengatasnamakan perorangan maupun kelompok selama data-data atau faktanya belum ada.

Disisi lain, Menteri Kordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Jenderal (Purn) Wiranto angkat bicara mengenai isu penyelundupan 5.000 senjata yang diungkapkan oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo beberapa waktu lalu.

Wiranto menegaskan, yang membeli senjata adalah Badan Intelijen Negara (BIN) dan sudah izin Mabes Polri. Itu dilakukan untuk kepentingan sekolah intelijen, dan bukan 5000 pucuk, hanya 500 pucuk senjata.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend