Masjid Raya Daan Mogot, dari Bentuk Hingga Peresmiannya yang Buat Heboh Netizen

Masjid Raya Daan Mogot, dari Bentuk Hingga Peresmiannya yang Buat Heboh Netizen

Sumber foto: wartapilihan / tribunnews

Masjid Raya Daan Mogot menjadi perbincangan hangat publik belakangan ini. Banyak kontrobersi yang beredar di media sosial terkait masjid tersebut. Di media sosial twitter, banyak yang berkicau menyebut bahwa bentuk masjid ini mirip dengan salib.

Bentuk masjid ini terlihat mirip dengan salib apabila dilihat dari atas. Hal tersebut disampaikan oleh pemilik akun twitter @satyapartii3111. Tak hanya bentuknya yang seperti salib, pemilik akun twitter ini juga menyoroti beberapa bagian masjid yang dinilai sangat aneh. “Masjid Daan Mogot itu didesain menyerupai salib,pintu bentuk salib dan kubah bentuk piramid.ini bukan masjid tapi kuil aliran sesat.”

Pemilik akun twitter @gogomanompu malah mengkritik bentuk masjid yang seperti salib. Ia menilai bahwa ini merupakan sebuah pelecehan. “… Yg tidak sah adalah membangun Masjid Daan Mogot dengan maksud pelecehan, dengan bentuk bangunan mirip salib. Itu penistaan!!!”

Meski banyak kontroversi terjadi di twitter, masjid ini akhirnya diresmikan juga. Sabtu (15/4), Presiden Joko Widodo bersama Plt Gubernur DKI Sumarsono meresmikan masjid tersebut.

Sebelumnya beredar kabar bahwa peresmian tersebut akan dihadiri oleh Jokowi dan cagub petahana Ahok. Kehadiran Ahok sendiri dinilai dapat mengacaukan suasana Pilgub DKI Jakarta. Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Umum Muhammadiyah Prof Din Syamsuddin.

Din Syamsudin menilai seharusnya jika melibatkan Ahok, peresmian bisa ditunda dahulu. Hal ini karena dapat mengganggu ketentraman Pilgub DKI Jakarta yang akan melangsungkan pencoblosan pada 19 April 2017 mendatang.

Pendapat Din Syamsudin ini juga dibenarkan oleh para pengguna twitter. Salah satunya yang sepakat pada pendapat Din Syamsudin adalah pemilik akun twitter @eae18. Ia meminta kepada Pramono Anung selaku Sekretaris Kabinet untuk menyarankan pada Jokowi agar peresmian masjid dilakukan setelah pilkada DKI saja.

Selain menyarankan agar peresmian ditunda terlebih dahulu, Din Syamduni juga berharap pemerintah mengklarifikasi isu terkait bentuk Masjid Raya Daan Mogot yang dianggap berbentuk mirip salib.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend