Minta Pelaku Perusakan Kantor Kemendagri Dilepas, Netizen Kritik Lennis Kogoya

Minta Pelaku Perusakan Kantor Kemendagri Dilepas, Netizen Kritik Lennis Kogoya

Sumber foto: okezone / liputan6

Staff khusus Presiden, Lennis Kogoya angkat bicara soal pengrusakan kantor Kemendagri oleh oknum warga Tolikara yang tak terima pilihan mereka kalah dalam pilkada. Menurut Lennis, penahanan terhadap 11 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka ini akan membuat situasi di Papua semakin runyam saja.

Oleh karena itu, Lennis meminta kepada pihak kepolisian untuk melepas 11 orang tersebut. Tak hanya itu, pria asal Papua ini juga meminta kepolisian untuk tidak memproses para pelaku pengrusakan.

“Ini yang ditahan sebelas orang ini keluarkan saja tidak usah diproses dulu. Nanti takutnya di sana bikin massa seperti begitu. Nanti keluarga ribut (dengan) tahanan di dalam, bikin ribut lagi. Lebih baik kasih pulang saja. Malah risiko kita,” ujar Lennis, Jumat (13/10).

Lennis menduga, perusakan terhadap kantor Kemendagri akibat rasa kesal massa yang menggelar unjuk rasa. Kejadian tersebut, kata dia, diyakininya tak direncanakan dan merupakan tindakan emosi spontanitas.

Permintaan staff khusus Presiden ini pun langsung menjadi perhatian para pengguna media sosial twitter. Pengguna twitter ramai- ramai mengkritik permintaan Lennis tersebut. “Teroris kok dilepas…. Ini yang namanya radikal tingkat tinggi….” tulis pengguna twitter dengan akun @Tajuddi83853950.

Baca: Pendukung Cabup Tolikara yang Kalah Pilkada Mengamuk di Kantor Kemendagri

Kritik berbeda disampaikan akun @EmhadyZ yang tak mengerti jalan pikiran Lennis. “Kek model gitu kok bisa bisanya diangkat mjd stafsus..saat milih dulu pasti sambil merem.”

Ada juga pengguna twitter yang meminta Lennis dicopot dari jabatannya sebagai staff khusus Presiden. “Pecat aja stafsus itu, ikut campur masalah hukum, ini jelas kriminal masak mau dibebaskan,” kicau pemilik akun twitter @IsarMamak.

Mendagri Tjahjo Kumolo sendiri menyerahkan pengusutan perusakan itu ke kepolisian. Ia berharap dalang di balik aksi itu bisa terungkap.

Sebelumnya diberitakan puluhan warga Tolikara yang merupakan pendukung calon bupati yang dinyatakan kalah dalam Pilkada melakukan pengrusakan. Tak hanya itu, mereka juga sempat ricuh dengan pegawai Kemendagri yang mencoba menghalau.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend