Netizen Geram Penyanderaan 1.300 Warga Timika Papua

Polsek Sinak Papua Diserang, Netizen Sebut Adanya Korban Jiwa

Foto: Ilustrasi

Kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali melakukan aksinya di sekitar Kimberly hingga Banti, Distrik Tembagapura, Jayapura. Selain melarang warga beraktifitas di luar kampung, mereka juga melakukan kekerasan terhadap warga.

Menurut Boy Rafli, penyaderaan terhadap warga telah dilakukan selama dua hari. Namun, tidak kejahatan lainnya sudah terjadi seminggu terakhir. Minggu lalu, lanjut Boy Rafli, kelompok ini juga menembaki mobil ambulans yang sedang membawa seorang ibu yang baru melahirkan.

Ia menambahkan, KKB tersebut merupakan kelompok yang telah lama diincar kepolisian. Mereka juga merupakan kelompok yang menembak mati seorang anggota Brimob, Briptu Berry Permana Putra di Kampung Banti 1, Tembagapura pada 21 Oktober lalu.

Sementara, di media sosial terlihat netizen sangat marah dengan perilaku kelompok kriminal bersenjata di Papua. Netizen juga meminta agar pemerintah segera menyelamatkan 1.300 warga yang tersandera.

Menanggapi kasus tersebut, TNI-Polri direncakan akan membuat tim gabungan. “Nanti tim gabungan dibentuk, Polri tugasnya bagaimana, TNI bagaimana yang masuk ke dalam. Tentunya itu bersenjata, indikasi OPM. Dari TNI ke depan akan dibentuk oleh Pangdam dan Kapolda di sana,” ujar Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di Mabes TNI, Cilangkap, Jaktim, Kamis (9/11/2017).

Hingga saat ini, TNI masih melakukan pengintaian terhadap KKB. Gatot menilai, TNI dan Polri harus melakukan tindakan terukur untuk menangani masalah ini.

“Dalam pelaksanaan ini TNI mengadakan pengamatan kemudian mengadakan pengintaian, karena mereka menyandera masyarakat umum maka penanganannya harus dengan teliti,” tutur Gatot.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend