Netizen Geram Soal Simbol Islam Dijadikan Sasaran Fitnah

Simbol

(Sumber foto:FB Fitroh Abdul Malik/Asrul Amin Lamena)

Simulasi anti teroris yang digelar Polda Bali hingga kini terus menuai kecaman dari masyarakat. Pasalnya, simulasi tersebut diduga menggunakan logo majelis Sholawat dan Dzikir Nurul Musthofa.

Simulasi anti teror yg di gelar kepolisian daerah bali.di ngurah rai bali 17/11/17.Entah di sengaja atau…

Posted by Arul Aizar on Sunday, November 19, 2017

Majlis Nurul Musthofa sendiri didirikan pada tahun 2000 oleh Al Habib Hasan bin Ja’far Assegaf. Nurul Musthofa diambil dari nama Rasulullah SAW yang artinya “Cahaya Pilihan”. Bermula dari pengajian Al-Qur’an dan Zikir-zikir yang keliling dari rumah-kerumah.

Dalam simulasi tersebut digambarkan pejabat negara setingkat menteri tiba di Bali untuk melakukan pertemuan bisnis. Tiba-tiba sekelompok orang yang menyamar sebagai awak media dan petugas penjemput menyandera pejabat penting itu.

Dalam simulasi tersebut pelaku teror digambarkan bak sekumpulan rampok, karena meminta sejumlah tuntutan di antaranya menyiapkan pesawat jet, uang tebusan Rp100 miliar dan membebaskan sejumlah tahanan terorisme yang merupakan rekan mereka di Lapas Nusakambangan, seperti diberitakan republika (17/11).

Teroris juga digambarkan sebagai muslim karena menggunakan sorban dan juga menggunakan rompi berlogo tulisan arab serta bertuliskan “Al Baghdadi”.

Sebelumnya diketahui, Kapolres Dharmasraya dalam kasus pembakaran Mapolres Dharmasraya diketahui sempat menyatakan sebutan takbir sebagai ciri teroris.

Baca Juga: Sebut Takbir Ciri Teroris, Dua Tokoh Ini Minta Kapolres Dharmasraya Dicopot Dan Dipidana

Berikut pantauan redaksi eveline, mendapati ragam komentar netizen di media sosial terkait simbol islam dijadikan sasaran fitnah. “Copot tuh polda bali bikin provokasi”, tulis netizen bernama Agus Ini Budi  sampaikan kecaman. Sedang netizen lain bernama Siswomulyono berharap agar institusi Polri membuat klarifikasi, “semoga intitusi polri mau minta maaf secara terbuka dan bertaubat nasuha”.

Setelah kasus seorang kapolres menyebut takbir sebagai indikator teroris, sekarang polisi di Bali menggunakan logo salah satu Majelis Ta'lim dalam simulasi anti teror.hanya di Indonesia, negeri Muslim terbesar tapi Islam selalu dihina seperti ini, bahkan dilakukan oleh institusi dan pejabat

Posted by Hamsina Halisi Al-fatih on Sunday, November 19, 2017

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend