Netizen Heran, Pembuat Mobil Listrik Malah Dipenjara

Netizen Heran, Pembuat Mobil Listrik Malah Dipenjara

Dasep Ahmadi Pencipta Mobil Listrik, Sumber foto : viva.co.id

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor (Tindak Pidana Korupsi) menjatuhkan vonis 7 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan kepada Direktur PT Sarimas Ahmadi Pratama, Dasep Ahmadi. Hakim juga memerintahkan Dasep membayar uang pengganti sebesar Rp 17,18 miliar atau diganti hukuman penjara 2  tahun.

Pantauan redaksi eveline periode 14 – 15 Maret 2016 pada media sosial mendapati sebanyak 4.809 tweet memperbincangkan vonis Majelis Hakim Pengadilan Tipikor terhadap pencipta mobil listrik nasional, Daseh Ahmadi. Dimana puncak perbincangan terjadi pada pukul 21.00 WIB (14/03) dengan kicauan sebanyak 804 tweet.

Pengguna twitter pun ramai berkomentar tentang hal ini, seperti “Memenjarakan ilmuwan spt Ahli bioremediasi dan ahli mobil listrik akan membunuh masa depan bangsa ini” ujar @saididuSeorang netizen juga merasa bingung dengan vonis yang diberikan kepada Dasep Ahmadi, “Gw enggak paham kenapa orang buat mobil listrik justru di bui. Koruptor lenggang kangkung,” ujar @Nadyazura.

Pembuat mobil listrik tersebut menolak putusan Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi Jakarta terhadap vonis yang diterimanya. Dasep menyatakan banding atas putusan hakim tersebut dan menegaskan bahwa apa penelitian mobil listrik yang dilakukan bukanlah perbuatan kejahatan.

Dasep Ahmadi pun mengatakan bahwa pembuatan mobil listrik merupakan aset yang berharga, sehingga perlu dikembangkan. Toh jika memiliki kekurangan itu merupakan sesuatu yang wajar, hakim yang menvonis dirinya dianggap belum memahami bidang penetian.

Mobil listrik yang dibuat Dasep Ahmadi diyakini tidak lolos uji emisi, halini juga menjadi perhatian netizen. “Mobil listrik ga punya mesin pembakaran internal.mana bisa diuji emisi? Jelas2 emisinya 0 g/km. ga perlu jadi profesor buat tau hal ginian.” kicau @ricomarcoreus. Bahkan ada yang mengatakan “@j ini kreativitas anak bangsa berujung pidana, konyol! kapan majunya negeri ini jika yg kreatif dikriminalkan,” @dhammaratano.

***

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend