Netizen Kecam Isu Wiji Thukul Terima Penghargaan Karena Merakit Bom

Netizen Kecam Isu Wiji Thukul Terima Penghargaan Karena Merakit Bom

Sumber foto : Istimewa

Mantan Perdana Menteri dan Presiden Timur Leste, Xanana Gusmao, telah memberikan penghargaan kepada aktivis Indonesia era Orde Baru, Wiji Thukul. Penghargaan itu diberikan saat seminar tentang hak Timor Leste atas Laut Timor, 16 Maret lalu,  di gedung pertemuan Delta Nova, Dili. dan diterima langsung oleh anaknya yang bernama Fitri Nganti Wani.

Bukan hanya Wiji yang menerima penghargaan yang diberikan oleh  salah satu organisasi perlawanan Timor Leste, Brigada Negra. Melainkan kepada sejumlah mantan aktivis Indonesia seperti Budiman Sudjatmiko, Dita Indah Sari, dan Daniel Kusuma.

Pantauan redaksi eveline periode 18 Maret 2016 pada media sosial twitter, mendapati sebanyak 3.015 tweet memperbincangkan mengenai penghargaan yang diberikan Xanana Gusmao kepada aktivis Indonesia Widji Thukul. Dimana menjadi pucak perbincangan pada pukul 17.00 WIB dengan kicauan mencapai 1.293 tweet.

Namun yang membuat hal ini menjadi ramai, dikarenakan  munculnya isu di media sosial yang menyatakan dalam siaran TVTL, Xanana bercerita Wiji Thukul memasok dan merakit bom untuk tentara Timor Leste guna melawan ABRI saat pergolakan sehingga Wiji Thukul meraih penghargaan tersebut yang berasal dari postingan pada akun path Ndorokakung.

Seorang netizen mengomentari kabar yang mengatakan bahwa Wiji Thukul adalah seorang perakit bom lewat akun twitternya @jadipengingat. Dirinya mengatakan “Hari ini disuguhi berita Wiji Thukul yg dikabarkan sbg perakit bom. Harap kalian jgn mempercayai opini yg blm terbukti kebnarannya”. 

Netizen lainnya pun menanggapi isu tersebut melalui kicauannya  “Pernyataan anda yg tanpa fakta itu (cuma katanya) ttg Wiji Thukul, sgt sembrono & berbahaya bagi keluarga Wiji Thukul”

Wahyu Susilo, adik kandung Wiji Thukul, mengecam keras informasi beredar soal aktivitas Widji Thukul di Timor Leste. Lewat akun facebooknya, Wahyu menyebut beredarnya informasi tanpa verifikasi dan kemudian disebar massal ke publik itu telah membuat sedih keluarganya.

Komentar bukan datang dari kalangan pribadi, namun Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI) dan Sahabat IKOHI menyesalkan isu yang berkembang di media sosial secara viral tersebut. IKOHI meminta pemilik akun Path Ndorokakung untuk mencabut tuduhannya dan meminta maaf kepada keluarga Wiji Thukul, khususnya kepada Fitra Nganthi Wani dan kepada semua keluarga korban pelanggaran HAM di Indonesia.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend