Netizen Minta Kasus Kematian Janggal La Gode Diusut Tuntas

Beredar Rekaman CCTV Anggota TNI Dikeroyok Gerombolan Bandar Narkoba di Medan

Foto: Ilustrasi

Detasemen Polisi Militer (Denpom) XVI/1 Ternate tengah melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus kematian warga bernama La Gode di Taliabu, Ternate. Polisi Militer (POM) TNI telah memeriksa sejumlah pihak sebagai saksi baik dari pihak TNI, Polri maupun masyarakat sipil.

La Gode diduga menjadi korban kekerasan dari oknum TNI. La Gode meninggal 24 Oktober lalu di kantor Pos Satuan Tugas Operasi Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Opspamrahwan) Batalyon Infanteri Raider Khusus 732/Banau.

Kasus ini terungkap usai istri korban, Yanti, melaporkan kematian La Gode ke polisi. Petugas dari Denpom XVI/1 Ternate telah memeriksa sembilan orang.

Sembilan orang saksi antara lain tiga orang Prajurit TNI atas nama RB, DS dan JN. Kemudian satu orang anggota Polri atas nama JA. Kemudian lima orang warga sipil JR, AH, LS, AS dan YT. Pemeriksaan dilaksanakan di Markas Denpom XVI/1 Ternate Jl. Pahlawan Revolusi Kelurahan Muhajirin Kota Ternate Provinsi Maluku Utara.

Petugas dari Denpom XVI/1 Ternate juga memanggil tujuh saksi tambahan untuk diperiksa. Saat ini, ketujuh saksi belum dapat diperiksa karena terkendala masalah transportasi dari Taliabu ke Ternate.

“Sejauh ini kendala yang dihadapi adalah sulitnya akses transportasi dari dan menuju Lede namun hal tersebut tidak mengurangi integritas kami untuk mengungkap permasalahan ini,” sebut Ali.

Kasus ini cukup ramai mendapat perhatian netizen Indonesia. Netizen terlihat mengutuk keras perilaku oknum TNI yang berujung pada hilangnya nyawa La Gode.

“Merinding bacanya, sangat biadab kl bnar sperti itu kjadiannya, manusia disiksa sampai mati seperti binatang. Usut tuntas, hukum yg setimpal! @Puspen_TNI @DivHumasPolri”¬†kicau akun @Billyandrea9.

Netizen juga meminta agar kasus ini diusut sampai tuntas. Seperti yang disampaikan oleh akun @Bagnatara¬†“Usut tuntas Pa.. Jgn sampai mengotori TNI, tp kalau mmg ada oknum prajurit Bp salah, hrs dihukum”

Sementara itu, Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) Yati Andriyani mengatakan sebelum tewas, La Gode ditangkap karena mencuri singkong parut milik warga. La Gode ditangkap kantor Pos Satuan Tugas Operasi Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Opspamrahwan) Batalyon Infanteri Raider Khusus 732/Banau (BKO).

“La Gode sempat melarikan diri selama kurang lebih 8 hari. Saat melarikan diri tersebut, La Gode sempat bertemu dengan istrinya, YN di Desa Balohang dan menyampaikan bagaimana La Gode dibawa oleh anggota Polsek dan ke mana pada saat ditangkap,” tutur Yati dalam keterangan tertulis KontraS.

La Gode disebut melarikan diri karena tidak tahan mengalami penyiksaan. Saat ditemukan meninggal dunia, tubuh La Gode banyak terdapat bekas siksaan, delapan giginya tercabut dan kuku ibu jari kaki dalam keadaan terlepas.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend