Netizen Sesalkan Salah Kaprah Informasi Tentang Almarhumah Nenek Hindun

Membaca Jejak Digital Polemik Nenek Hindun

Sumber foto: Istimewa

Perbincangan soal pemberitaan penolakan menyolatkan jenazah almarhumah nenek Hindun makin ramai. Namun ternyata, ada kesalah pahaman tentang peristiwa tersebut. Dikutip dari Republika, Ketua RW 05 Kelurahan Karet, Kecamatan Setiabudi, Ishak mengatakan pihaknya merasa perlu untuk meluruskan informasi ini karena pemberitaan yang beredar di media cenderung tidak benar.

Meluruskan pemberitaan yang terlanjur ramai beredar di media ini memang dirasa perlu oleh Ketua RW 05. Karena pemberitaan yang tak benar dalam peristiwa ini bisa merusak hubungan sesama warga yang selama ini sudah tentram. Ia menyayangkan kalau persoalan ini nanti menjadi panjang dan dimanfaatkan untuk kepentingan politik.

Pihak keluarga mengatakan bahwa persoalan tersebut tidak lagi diperpanjang di media. Sebab, persoalan ini sudah cukup mengganggu ia dan keluarganya ketika kondisi berduka saat ini. Ardi, cucu almarhumah, menyebut ketika almarhumah meninggal langsung jenazahnya dimandikan. Ia juga menegaskan tidak sempat ada penolakan seperti yang dikabarkan.

Senada dengan Ketua RW 05, pengguna media sosial twitter juga menyayangnya pemberitaan media dan informasi yang beredar di media sosial yang salah kaprah. “Terbukti lg betapa beracunnya air liur dan ujung jempol mrk, Toean2 dan Poean2,” tulis pengguna twitter dengan akun @IndraJPiliang.

Pemilik akun @sangmutarobbi menyindir pihak- pihak yang menyebarkan isu tak benar soal jenazah almarhum Nenek Hindun. “@republikaonline Ketua RW05 menyayangkn berita di media bkl bikin perpecahan di warga, pdhl bkn itu yg terjadi.. Sapa cb tuh yg nyebar hoax?”

Pengguna twitter dengan akun @FauqaAH berkicau mengucapkan terima kasih pada Ketua RW 05 yang sudah melakukan klarifikasi. “@republikaonline terima kasih konfirmasinya Pak RW…dah ketauan media yg mana tukang gorengnya…”

Ada juga pengguna twitter yang merasa sedih kematian warga dijadikan bahan politik. “@republikaonline nah lhoo Media mana yg ngaco nih… Tolong yg sopan kasian orang meninggal jangan di buat politik. Negaraku oh negaraku,” cuit akun @massastro8689.

Sebelumnya beredar kabar bahwa netizen diramaikan oleh perbincangan tentang pengurusan jenazah Hindun binti Raisman (78). Nenek Hindun tinggal di Jl. Karet Karya 2, RT 009 RW 02, Karet Setiabudi, Jakarta Selatan, ini tak bisa dishalatkan di mushalla sekitar tempat tinggalnya.

Penyebabnya hanya karena almarhumah mencoblos pasangan Ahok- Djarot pada pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta 15 Februari lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend