Netizen Singgung Bukti Percakapan SMS dan Telepon Habib Novel yang Telah Dihapus

Netizen Singgung Bukti Percakapan SMS dan Telepon Habib Novel yang Telah Dihapus

Sumber foto: tribunnews / poskota

Setelah menjadi saksi dalam persidangan kasus dugaan penistaan agama kemarin, Novel Bamukmin alias Habib Novel terus menjadi sorotan publik. Sorotan publik ini tak lepas dari kesaksian Novel di persidangan yang menyebut ada warga yang berasal dari Kepulauan Seribu yang menelepon dan mengirimkan sms padanya. Isi dari percakapan telepon dan sms sendiri berupa informasi bahwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memang benar sedang menistakan agama.

Namun ketika diminta bukti tersebut ternyata telah dihapus Novel. Mengetahui hal tersebut, kubu Ahok tak tinggal diam. Tim Advokasi Bhineka Tunggal Ika akan melaporkan Novel ke pihak kepolisian. Mereka meminta polisi mengusut percakapan Novel, yang mengaku mendapat banyak telepon dan pesan singkat ‘aduan’ dari warga Kepulauan Seribu setelah Ahok menyampaikan pidato.

“Kita lagi pelajari transkrip persidangan kemarin agar lebih akurat upaya hukum yang mau dilakukan terhadap saksi Novel,” kata Humphrey Djemat seperti dikutip Detik, Rabu (5/1). Humphrey mengatakan pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan dalam kesaksian yang disampaikan Habib Novel. Terlebih Novel keukeuh tidak mau memberikan nama dan data warga Kepulauan Seribu yang dia maksud.

Pengguna media sosial twitter pun juga memberikan komentarnya. Pengguna twitter banyak berkicau mempertanyakan alasan mengapa bukti penting seperti yang Novel katakan bisa dihapus begitu saja. “@detikcom bukan sok tau atau mendahului, cuma aneh aja kalau bukti yg memperkuat dihapus.” tulis pengguna twitter dengan akun @infosahamindo.

Kicauan senada juga diutarakan pemilik akun twitter @yungyeoh. “@detikcom bukti utama kok dihapus ? makin suram aja hidup loe fitsa hats nopel.”

Ada juga pengguna twitter yang masih menyatakan bahwa Novel tidak pantas dipanggil Habib. “@detikcom klo bukti memperkuat knp di hapus itu berarti anda bohong dan tdk pantas anda di sebut habib,” terang pengguna twitter dengan akun @BasoNyongko.

Tak hanya tim kuasa, Ahok ternyata juga ikut mengomentari kesaksian Novel. “Habib Novel, juga mengatakan pada 27 September 2016, mengaku banyak menerima telepon dari Kepulauan Seribu dan mengatakan kepada beliau kalau saya menista agama,” ujar Ahok.

Semula, saksi yang hendak dihadirkan berjumlah enam orang, yakni Habib Novel Chaidir Hasan, Gus Joy Setiawan, Muh Burhanuddin, Muchsin alias Habib Muchsin, Syamsu Hilal, dan Nandi Naksabandi. Namun, ternyata saksi yang hadir hanya empat orang, dan dua orang di antaranya tidak bisa hadir, yakni Burhanuddin yang dikabarkan sakit dan Nandi Naksabandi yang sudah meninggal sejak awal Desember 2016.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend