Netizen Soroti Foto- foto Pembacok Hermansyah yang Duduk Bersama Kapolda Metro Jaya

Netizen Soroti Foto- foto Pembacok Hermansyah yang Duduk Bersama Kapolda Metro Jaya

Sumber foto: twitter / detik

Pelaku pembacokan ahli IT dari ITB, Hermansyah telah tertangkap. Dua pelaku bernama Edwin Hitupeuw (37 tahun) dan Lauren Paliyama (29 tahun).

Foto- foto wajah pelaku pun langsung diketahui oleh publik yang mengikuti kasus pembacokan ini. Tak lama kemudian, muncul foto- foto kedua pelaku yang terlihat duduk santai bersama Kapolda Metro Jaya, Irjen Mochamad Iriawan.

Dalam foto tersebut sosok yang diduga Kapolda Metro didampingi dua pria berseragam polisi dan dua pria lainnya berpakaian biasa. Tampak mereka sedang berbincang dengan dua tersangka dalam kondisi tangan tanpa borgol. Bahkan, dalam pertemuan itu tersaji minuman dan makanan yang terlihat seperti gorengan di atas meja.

Sontak pengguna twitter pun bereaksi mengetahui hal tersebut. Salah satunya adalah pengguna twitter dengan akun @conamir yang menyebut bahwa perlakuan pada pelaku pembacokan ini sangat tidak wajar. “@okezonenews Ini perlakuan yang tidak wajar. Perlakuakn seperti ini membuka pnitu fitnah untuk polisi sendiri.”

Senada dengan komentar akun @aigazka yang menyebut bahwa perlakuan polisi pada dua pelaku pembacokan tersebut sangat memalukan. “@roninkhalid kok bisa ya ??? pantaskah polisi kayak gitu??? memalukan banget”

Ada juga yang beranggapan bahwa perlakuan polisi pada dua pelaku pembacokan Hermansyah ini membuat rakyat beropini apa saja. “Biasanya langsung diborgol, pakai baju orang & muka ditutup, tp slm alasan blm kuat, rakyat bisa beropini apa saja @okezonenews,” tulis akun @rendrasejati.

Mengetahui banyak yang mengkritik foto tersebut, pihak kepolisian langsung melakukan klarifikasi. Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto mengatakan hal itu merupakan sisi humanis dari kepolisian dalam rangka menggali motif dan menerapkan asas praduga tidak bersalah kepada tersangka.

Setyo mengatakan tidak ada masalah dengan foto Kapolda Metro Jaya yang viral di media sosial tersebut. Sebab, makan bersama dengan tersangka adalah salah satu trik polisi untuk membuatnya semakin terbuka.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend