Netizen Tidak Habis Pikir Bocah SD Nyambi Jadi PSK

Hati orang tua mana yang tidak miris kalau mendengar prostitusi melibatkan anak-anak dibawah umur. Kira-kira perasaan itulah yang tergambar dari Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Netty Prasetiyani Heryawan. Netty menemukan fakta bahwa di Bandung, umur Pekerja Seks Komersial (PSK) semakin dini. Temuan ini terungkap oleh Netty setelah bertemu dengan Kapolrestabes Kombes Pol A.R. Yoyol, beberapa waktu lalu.

Salah satu kasus yang tengah ditangani oleh Polrestabes Bandung saat ini adalah adanya siswi kelas VI SD di Bandung yang ‘nyambi‘ jadi PSK. Temuan yang mengejutkan adalah sedikitnya uang jajan yang didapat dari orangtua, membuat sang bocah rela menjadi PSK anak.

Menurut Netty, keberadaan perempuan yang bekerja sebagai PSK dengan alasan ekonomi merupakan hal yang jamak terjadi. Akan tetapi, adanya bocah dibawah umur yang rela dan sadar menjalankan pekerjaan sebagai penjaja cinta demi menambah uang jajan cukup mengejutkan. Pihaknya juga akan terus menyelidiki adanya motif lain diluar mencari tambahan uang jajan.

Pantauan redaksi eveline selama periode 20-31 Juli 2015 melalui linimasa twitter menunjukkan bahwa perbincangan mengenai Pekerja Seks Komersial (PSK) di berbagai daerah di Indonesia cukup ramai diperbincangkan. Jumlah pembicaraan mengenai PSK mencapai 22.196 tweet perbincangan. Sebagian besar perbincangan mengenai PSK didominasi seputar himpitan ekonomi atau mencari penghasilan tambahan.

Salah satu perbincangan yang cukup mengemuka di linimasa twitter adalah terlibatnya gadis-gadis muda dalam bisnis haram ini. Pada periode pemantauan 20-31 Juli, sebanyak 4.255 tweet berbincang tentang keterlibatan pekerja seks dibawah umur. Tingginya animo perbincangan menunjukkan bahwa masyarakat cukup miris menyaksikan bahwa Pekerja Seks saat ini banyak dilakoni oleh generasi muda.

Netizen Indonesia juga cukup ramai memperbincangkan adanya seorang siswi SD yang terlibat dalam pekerjaan seks komersial. Temuan adanya PSK berumur 12 tahun atau kelas VI SD yang menjajakan dirinya diperbincangkan hingga 1.702 tweet. Netizen tidak habis pikir, bagaimana seorang anak SD mencari uang jajan tambahan dengan menjajakan dirinya. Topik ini diperbincangkan 322 tweet.

Atas dasar fakta diatas, tidak mengherankan apabila dukungan terhadap penutupan lokalisasi Saritem di Bandung cukup kuat tercermin pada linimasa twitter. Sepanjang Juli 2015, dukungan untuk tetap menutup lokalisasi Saritem menuai 2.501 tweet perbincangan. Tentu saja netizen berharap dengan ditutupnya lokalisasi akan memperkecil ruang gerak bisnis haram ini.

****

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend