Tanggapan Para Pakar Ini Skakmat JPU, Netizen Teriak Ayo Penjarakan Ahok!

JPU

(Sumber foto: posmetro.info/FB Habib Muhammad Rizieq Syihab, Lc, MA, DPMSS)

Lima pertanyaan kunci disampaikan Wakil Sekretaris LPBH PBNU Djoko Edhi Abdurrahman kepada JPU terkait tuntutan 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun kepada terdakwa Ahok. Djoko menilai JPU melanggar dua kata adil dalam Pancasila, yakni pada pada Sila Kedua dan Sila Kelima. Ketidakadilan ini, menurutnya harus dilawan.

Ini lima pertanyaan kunci yang ia ajukan seperti dirilis Republika, Senin (24/4/2017): “1. Sejak kapan dakwaan primer boleh diganti dakwaan subsider, yang bukti-buktinya terbukti di persidangan?; 2. Sejak kapan tuntutan boleh membuang yurisprudensi hukum di mana tak seorang pun terpidana blasphemi (kasus Blasphemy/penghujatan) yang tidak masuk penjara?”.

“3. Sejak kapan tuntutan hukum boleh tak mengambil bukti materil buku blasphemi Ahok, kampanye gubernur Babel Ahok?; 4. Sejak kapan tuntutan hukum diperboleh hukum tak mengambil bukti bahwa terdakwa mengulangi perbuatannya di Al Jazeera, Wifi berpasword ‘kafir’?; 5. Sejak kapan JPU boleh melanggar kode etik profesi?”.

Sebelumnya, tuntutan ini juga dinilai aneh oleh banyak tokoh lain, termasuk Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD.

Prof MAHFUD MD ajh bingung dgn Tuntutan JPU..hahahaha bisa hancur lama2 negeri ini..

Posted by M Kanafi on Monday, April 24, 2017

Ada pula dari Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin heran dengan tuntutan JPU. Menurutnya, dalam kasus itu, MUI telah mengeluarkan sikap bahwa apa yang dilakukan Ahok itu bentuk penistaan agama. “Cuman bagi saya agak heran apa yang yang dijadikan dasar tuntutan itu, pendapat siapa,” kata Ma’ruf saat menghadiri penutupan Kongres Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Senin (24/4/2017).
Lanjut Ma’ruf, berdasarkan pendapat Nahdlatul Ulama (NU) yang diwakili Kiai Miftahul Akhyar saat dihadirkan sebagai saksi ahli dalam kasus tersebut juga mengatakan hal yang sama dengan MUI. “Ahok menghina Al Quran dan menghina ulama, bahkan ditambah memecah belah umat,” ucap Rais Aam PBNU tersebut.
Di sisi lain, para Pemuda Muhammadiyah, melalui sekretarisnya Pedri Kasman, mengancam akan melengserkan Presiden Jokowi jika hukum tidak juga ditegakkan dengan benar lewat kasus Ahok ini.

Pedri Kasman Nurdin…Kasman Singodimejo muda. Kami bersama perjuanganmu….! We are love you…! Ya Allaah…, bantu, jaga, lindungi dan selamatkanlah saudara seiman kami ini dari mara bahaya. Tetaplah dia istiqomah, ikhlash, dan kuat sampai perjuangan ini usai, aamiin.

Posted by Maqomam Mahmuda Nasution Benar on Friday, April 21, 2017

Pantauan redaksi eveline, mendapati komentar netizen terkait tanggapan para pakar skakmat JPU. Berikut komentar netizen, “Semoga Hakim msh mempunyai tanggung Jawab moral kepada Allah yg maha kuasa… Tidak ikut2an seperti JPU yg sdh tidak punya Hati Nurani…”, dituliskan netizen bernama Syaiful Buser, sampaikan keprihatinan.

AKSI SIMPATIKKEPUNG SIDANG AHOKAKSI DAMAI RUTIN TIAP SIDANGBUKAN AKSI ANARKISSelasa 25 April 2017Jam 7 pagiBERI…

Posted by Habib Muhammad Rizieq Syihab, Lc, MA, DPMSS on Saturday, April 22, 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend