Polisi Ungkap Sindikat Pedofil di Group Facebook, Netizen Minta Pelaku Dihukum Berat

Polisi Ungkap Sindikat Pedofil di Group Facebook, Netizen Minta Pelaku Dihukum Berat

Sumber Foto : Istimewa

Direktorat Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Polda Metro Jaya mengungkap praktik prostitusi khusus anak di bawah usia atau pedofilia secara online melalui media sosial (facebook) dengan akun “Official Loly Candys Group 18+”.

Kasus itu terbongkar dari informasi masyarakat dan kegiatan patroli siber. Grup Facebook tersebut menyajikan foto-foto anak di bawah umur yang berkonten pornografi dan memiliki 7.497 anggota sejak dibuat pada September 2014.

Dari pengungkapan ini, Polda Metro Jaya telah menahan keempat pelaku yaitu WW alias SNL alias MBU (27), DS alis IL alias INy (24), DF alias TK alias DY (17), dan SDHW alias SH alias DT (16). Sementara korban kejahatan mereka berjumlah 8 orang, dengan rentang umur 5 hingga 12 tahun dari Jakarta, Malang, dan Kabupaten Bogor.

Netizen tanah air langsung membanjiri timeline media sosial atas pengungkapan kasus pedofil yang merupakan salah satu dari jaringan Internasional itu. Ramai netizen mencurahkan amarahnya terhadap para pelaku pedofil, “Dunia gila!! Bajingan py group fb dan dgn bangga posting hasil kebangsatannya” tulis @shiwie6

Tidak hanya itu, netizen juga saling mengingatkan atas bahaya dari pedofil ini. Mereka meminta agar seluruh masyarakat dapat melawan gerakan ini, seperti yang dituliskan @fjims, “Pedofil ini jelas ancaman nyata, harus dilawan. Dilawan dgn gerakan sosial, menciptakan lingkungan yg aman bagi anak2”

Dalam group Facebook tersebut didapati sejumlah foto dan video berkonten pornografi dengan obyek anak berusia 2-10 tahun. Dari setiap anggota yang mengirimkan foto maupun tindak kejahatan tersebut, akan diberikan uang sebesar Rp 15ribu setiap ada yang mengklik.

Salah satu pelaku yang tertangkap, bahkan pernah mencabuli enam orang anak pada 2011. Bahkan, dua diantaranya merupakan keponakannya, sisanya merupakan tetangganya sendiri berusia 3 hingga 8 tahun. Foto-foto itu lalu dikirim kesesama pedofil di negara lain.

Pihak kepolisi ikut menyita sejumlah barang bukti yakni 4 unit Handphone yang digunakan pelaku untuk merekam hasil kejahatan serta menyebarkannya di media sosial. Para tersangka akan dijerat Pasal 27 ayat 1 juncto Pasal 45 ayat 1 UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 4 ayat 2 juncto Pasal 30 UU RI Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend