Razia Lapas Nusakambangan Temukan Puluhan Ponsel, Netizen: Jujur Tidak Berlaku

Razia Lapas Nusakambangan Temukan Puluhan Ponsel, Netizen: Jujur Tidak Berlaku

Foto Ilustrasi

Tim gabungan menyita puluhan handphone, alat pemancar sinyal dan sejumlah barang yang diduga digunakan untuk mengkonsumsi narkoba. Sejumlah barang tersebut disita dari para narapidana di Lapas Besi, Pulau Nusakambangan, Cilacap, Rabu (18/1) malam.

“Petugas berhasil menyita puluhan Handphone berbagai merek, modem pemancar sinyal, beberapa pisau, korek api, sedotan dan botol kaca yang diduga sebagai alat penghisap sabu, besi dan kayu serta barang terlarang lainnya,” kata Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto seperti dilansir dari detikcom, Kamis (18/1/2018).

Tim gabungan yang melaksanakan razia dalam lapas tersebut terdiri dari unsur BNN Kabupaten Cilacap, Polres Cilacap serta Petugas Lapas Nusakambangan. Dari kegiatan yang dilaksanakan, petugas gabungan memeriksa 5 blok kamar yang dihuni 344 narapidana kriminal narkoba dan teroris.

Temuan tersebut ramai mendapat komentar netizen Indonesia, utamanya pengguna Facebook. Beragam pendapat disampaikan netizen. Pengamatan redaksi eveline, sebagian besar berkomentar “miring” atas temuan tersebut.

“Dilarang tapi berkat aliran rupiah dan tidak adanya tindakan tegas terhadap pelaku, pasti makin banyak yg menyelundupkan ke lapas.” ujar akun Dayan Dahlan asal Bogor Jawa Barat.

Pendapat sama disampaikan netizen lain asal Semarang Jawa Tengah. Pengguna Facebook bernama Dantefa YD menganggap bahwa lapas sudah seperti itu sejak lama.

“Dah dr dulu lapas jadi sarang entah yang bodoh siapa yg cuek siapa sampe hari ini masih begitu” 

Pengguna Facebook bernama Ison Harsono asal Pekanbaru terlihat berbicara lebih keras. Ison menyebutkan di Indonesia, penjara dikuasai oleh mafia. “Dimana” sama penjara” seindonesia dikuasai mafia jd uang yg berkuasa didalamnya,.. Jujur tidak berlaku”

Sementara itu, Kalapas Besi Nusakambangan, Edi Teguh Widodo menambahkan tujuan dari razia yang dilaksanakan tersebut adalah untuk mengantisipasi adanya barang yang tidak diperbolehkan berada di dalam lapas.

“Kita antisipasi barang yang tidak boleh masuk dalam lapas seperti senjata tajam, senjata api, narkoba, handphone atau barang lainnya yang patut diduga dapat menganggu keamanan,” jelas Edi.

Selain itu dia menyebut kegiatan ini juga sebagai shock therapy bagi pada penghuni lapas agar selalu mematuhi peraturan di dalam lembaga pemasyarakatan tersebut.

Barang yang ditemukan petugas gabungan kemudian dilakukan pendataan dan langsung pemusnahan agar tidak dapat digunakan kembali.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend