Sebut FDS Munculkan Generasi Radikal, Ketum PBNU Said Aqil Siradj Jadi Sorotan Netizen

Sebut FDS Munculkan Generasi Radikal, Ketum PBNU Said Aqil Siradj Jadi Sorotan Netizen

Sumber foto: nu online

Rencana kebijakan Full Day School (FDS) mengundang komentar dari berbagai pihak. Salah satunya Ketum PBNU Said Aqil Siradj. Said menolak kebijakan sekolah selama lima hari dalam sepekan diterapkan. Tak hanya itu, Said juga tetap mengusung konsep pendidikan ala pesantren harus dipertahankan.

Selain itu, Said beranggapan bahwa sistem FDS ini juga akan memunculkan generasi- generasi yang radikal. “Karena full day school pulang sore, anak-anak tidak kenal akhlak. Maka saya jamin akan muncul generasi radikal,” kata Said seperti dikutip dari Viva, Kamis (10/8).

Jika dengan penerapan full day school, dinilai paham-paham radikal akan semakin berkembang. Salah satu faktor penangkalnya yakni dunia pesantren telah tergerus pemberlakuan aturan tersebut.

Menurutnya, sistem full day school tak akan mampu membangun karakter anak seperti yang dilakukan pesantren. Selama ini, pesantren juga diajarkan sejumlah ilmu pengetahuan umum seperti yang diajarkan di sekolah. Dalam pesantren diajarkan soal akhlak, menghormati orangtua, menghormati kiai, toleransi, solidaritas, serta gotong-royong.

Full day school justru kebalikannya. Tidak membentuk karakter karena anak tidak bisa mengaji. Waktunya hanya untuk sekolah,” kata Said

Pernyataan Said yang menyebut FDS dapat memunculkan generasi- generasi radikal ini pun mendapat sejumlah sorotan dari para pengguna media sosial twitter.

Salah satunya komentar dari pemilik akun @Moeza24063446 yang mengatakan bahwa FDS tidak memunculkan generasi radikal. “@VIVAcoid aduh anak saya enggak radikal pak, pulang sekolah istirahat, selesai maghrib ngaji di mushola. 😊”

Berbeda dengan komentar pemilik akun twitter @Ridhlbn yang menyebut pernyataan Said sangat berlebihan. “@VIVAcoid Apa-apa radikal, saya lulusan SD dan SMP islamic FDS, biasa aja. Gak ada materi radikalisme. Lebay nih yai. Lulusannya semua cinta negeri.”

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend