Siap Pasang Badan Untuk Buni Yani, Netizen Apresiasi Din Syamsudin

Din Syamsudin

Foto: Istimewa

Mantan Ketua Umum PP. Muhammadiyah Din Syamsuddin menilai, tuduhan terhadap Buni Yani sebagai aktor penyebar kebencian di media sosial karena mengunggah video Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Kepulauan Seribu, sangat berlebihan.

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini mengatakan, reaksi Umat Islam terhadap Ujaran Kebencian yang mengandung Penistaan Agama oleh Basuki Tjahaja Purnama di Pulau Seribu tahun lalu bukan karena unggahan video dan kutipan dari Buni Yani di media sosial.

Kepada Buni Yani, Din berpesan sebagai warga negara yang baik hadapi proses hukum, walau dirasa tidak adil itu, dengan sikap ksatria penuh tawakkal kepada Allah SWT Yang Maha Adil.

“Jika saudara ditahan, maka demi ukhuwah Islamiyah, saya bersedia menjadi penjamin,” tegasnya.

“Reaksi Umat Islam itu mengacu kepada video tentang peristiwa Pulau Seribu itu, yang sudah banyak beredar di media sosial. Begitu pula adanya caption tanpa kata “pakai” bukanlah masalah, karena ada atau tidak ada kata itu Kaum Beriman (sesuai alamat panggilan Al-Maidah 51) akan langsung merasakan ada penistaan,” kata Din Syamsuddin, Sabtu (8/4).

Sikap yang dilontarkan oleh Din Syamsudin tersebut ternyata mengundang apresiasi netizen. Mereka menyampaikan rasa kecewa atas perlakuan hukum terhadap Buni Yani.

“Kasus Buni Yani hanya salah satu kasus aneh dlm penegakan hukum. Wajar kalau Abangda DS bersedia jd penjamin. Moga hd prhatian Pak @jokowi” kicau pemlik akun @mamunmurod_.

Dalam kesempatan yang sama, Din menilai, apa yang dilakukan Sdr. Buni Yani bukanlah penyebaran kebencian tapi adalah kewajiban keagamaan seorang Muslim utk menyampaikan pesan kewaspadaan kepada sesama Muslim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend