Soal KPI Beri Peringatan Tertulis METRO TV, Netizen Pertanyakan Sanksi Tegas

peringatan tertulis

(Sumber foto: akun twitter @DakwahTangerang/@Metro_TV)

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memberi Peringatan Tertulis Program Siaran Jurnalistik “Breaking News” Metro TV. Dalam Surat Peringatan Nomor 1037/K/KPI/12/16 yang diterbitkan 16 Desember 2016, KPI menilai telah terjadi “mencampuradukkan fakta dan opini pribadi” pada siaran MetroTV Program Jurnalistik “Breaking News” yang ditayangkan oleh stasiun Metro TV pada tanggal 4 Desember 2016 pukul 09.54 WIB.

Siaran “Breaking News” MetroTV tanggal 4 Desember saat itu menayangkan kegiatan Aksi 412 di Bunderan HI, yang digelar parpol pendukung Ahok yang disinyalir merupakan tandingan Aksi Umat Islam 212 sebelumnya.

Nah saat menyiarkan Aksi 412 itu reporter MetroTV mengatakan “…tidak ada satu pun perasaan takut ataupun begitu mencekam seperti yang kita alami sebelumnya…”.

Kalimat reporter MetroTV ini merupakan “mencampuradukkan fakta dan opini pribadi”.

“Pernyataan tersebut secara tidak langsung membandingkan peristiwa yang sedang terjadi dengan peristiwa sebelumnya. KPI Pusat menilai hal demikian berpotensi melanggar SPS KPI Tahun 2012 Pasal 40 huruf a terkait kewajiban program siaran jurnalistik untuk memperhatikan prinsip-prinsip jurnalistik yakni tidak mencampuradukkan fakta dan opini pribadi. Suatu program siaran jurnalistik diminta untuk berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan agar tidak menggiring opini masyarakat terhadap pemahaman yang keliru atas suatu peristiwa.”

Demikian bunyi Surat Peringatan KPI untuk Metro TV, yang diposting di situs KPI.

Sementara itu, menanggapi peringatan tertulis yang dilayangkan KPI tersebut, pihak Metro TV melalui Direktur Pemberitaan Metro TV Suryopratomo menjadikan saran dan kritik KPI sebagai pembelajaran. Kata Suryo, Metro TV semakim optimis menjadi lembaga penyiaran yang informatif.

“Kami punya komitmen untuk menjadi lembaga penyiaran yang mencerdaskan dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Suryo dalam acara Refleksi Akhir Tahun: Dinamika Penyiaran Indonesia 2016, di Hotel Pan Pacific, Jakarta Pusat, Rabu (21/12/2016).

Di hadapan Ketua KPI Yuliandre Darwis, Suryo menegaskan, Metro TV selalu mengedepankan prinsip jurnalistik dalam membuat pemberitaan. Suryo berkata, pihaknya selalu mempertimbangkan dampak sebelum mepublikasikan berita. “Kami berpandangan dalam mempublikasikan berita selalu mempertimbangkan dampaknya. Informasi yang disampaikan ke publik harus memberikan manfaat,” tegas dia.

Meski demikian, aksi boikot Metro TV oleh para netizen, hingga kini masih tetap tak bergeming. Hal itu dapat terlihat dari komentar-komentar netizen yang berhasil terpantau tim redaksi eveline. Berikut komentar netizen pada linimasa twitter. “jika mlnggar lagi,brp kali pringatan untuk mndptkn sangsi yg tegas? Ini jg trmasuk hal pnting”. Kicau akun @glg_jie, nampak pertanyakan sanksi yang lebih tegas jika Metro TV melakukan pelanggaran lagi.

Selanjutnya dua netizen ini turut sampaikan komentar senada soal sanksi KPI. “sayang cm diperingatin @KPI-Pusat ini @Metro_tv tpi kmi tetap #BoikotMetroTipu #MediaFitnah”. Tulis akun @BangIrNuonta. Sedang netizen dengan akun @anakpejompongan, minta KPI cabut hak siar Metro TV. “Koq peringatan doang??? Cabut hak siarnya dong.. #boikotmetrotv”.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend