Soekarwo Akan Sweeping Pekerja Asal Cina Di Jatim, Netizen: Kami Bersamamu Pak

Soekarwo

(Sumber foto: akun twitter @posmetroinfo/@Jatim_NET)

Mulai Januari 2017, Gubernur Jawa Timur Soekarwo akan melakukan sweeping terhadap perusahaan-perusahaan yang diduga memiliki tenaga kerja asing (TKA) dari Cina. Sweeping juga dilakukan untuk mengecek keberadaan tenaga kerja asing di Jawa Timur.

“Januari 2017, kami akan melakukan operasi pengecekannya ke lapangan,” ujar Soekarwo kepada wartawan saat ditemui di Gedung Negara Grahadi, Sabtu, 24 Desember 2016.

Soekarwo menjelaskan, pengecekan di lapangan ini sebagai upaya mengawasi dan menindak tenaga kerja asing yang tidak memenuhi aturan perundang-undangan. Terutama turis asing yang sebetulnya telah habis izin tinggalnya di Indonesia tapi ternyata malah menjadi tenaga kerja di Indonesia. “Ini masalah serius, nanti yang kami operasi adalah yang melanggar,” tuturnya.

Jika memang terbukti melanggar peraturan, perusahaan tempat tenaga kerja asing itu akan diberi sanksi. Sedangkan tenaga kerja asingnya akan dideportasi dari Indonesia. “Soal sanksi untuk perusahaan yang memperkerjakan tenaga kerja asing masih dibicarakan,” ucapnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur Sukardo mengatakan, dalam inspeksi mendadak beberapa waktu lalu, ditemukan 26 tenaga kerja asing dari Cina yang tidak berizin di satu perusahaan yang berada di Mojokerto. Bahkan dia juga menemukan adanya mes atau tempat menginap para TKA yang lokasinya disembunyikan jauh di belakang pabrik.

“Sebetulnya yang kami temukan ada 29 tenaga kerja asing dari Cina, tapi hanya tiga orang ternyata berizin, jadi yang tidak berizin jumlahnya 26 orang,” ujarnya.

Para tenaga kerja asing asal Cina tersebut tidak bisa berbahasa Indonesia. Mereka juga tidak memiliki keahlian khusus. “Para tenaga kerja asing itu bekerja sebagai pekerja kasar,” katanya. Dengan adanya temuan itu, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Kependudukan akan memberikan nota sanksi kepada perusahaan tersebut.

Untuk itu, Soekarwo akan berkoordinasi dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Timur, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, dan serikat buruh untuk persiapan sweeping. “Kami sudah siapkan tim untuk pengecekan di lapangan,” katanya.

Pantauan redaksi eveline, mendapati  netizen berkomentar terkait rencana Soekarwo sweeping pekerja asal Cina di Jatim, pada linimasa twitter. “Allahu akbar….kami bersamamu pak”, tegas netizen dengan akun @maksar2015ok, beri dukungan.

Berikut beberapa netizen memberikan dukungan serupa, “Lanjutkan msh byk anak negeri yg butuh kerja”, tulis akun @eko_dako, sembari menyinggung banyaknya pengangguran. “Dukung Penuh.. Pemda sbg benteng terakhir NKRI’, imbuh netizen dengan akun @jams_ahmad.

Selanjutnya, seorang netizen terlihat sampaikan harapan. “SEMOGA SEMUA KEPALA DAERAH DI WILAYAH NKRI MELAKUKAN HAL YG SAMA..”, dikicaukan akun@HAhmadCharlesS, berharap agar semua kepala daerah diseluruh Indonesia melakukan langkah serupa.

Lebih jauh, dua netizen terlihat menyampaikan saran pendapat. “semua TKA saja Pak jangam hanya China saja”, tulis akun @lpk_industri meminta agar seluruh TKA diperiksa jangan hanya TKA asal Cina saja. Sedang netizen dengan akun @GHerucokro, memberikan saran tempat-tempat yang layak disweeping. “Sweeping migrasi/ tka cina gampang ;apartement,tempat hiburan malam mewah diskotik karaoeke,perusahaan2x dipesisir”.

Demikian juga netizen ini, “yg legal tapi sifat kerjaannya bisa dikerjakan oleh rakyat sendiri tetep pulangin pak utk kurangi pengangguran, memacu ekonomi”, “jgn kuatir ditelpon atasan pak, wong kerjaan bisa dikerjakan rakyat NKRI kok impor TKA, deportasi pak. Cinta NKRI namanya”. Tulis akun @BejihI, sebut soal prioritas pekerjaan lebih baik diberikan kepada rakyat Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend