Tanggapi Putusan MK Soal LGBT, Mahfud MD: Jangan Salah Paham

Foto: Ilustrasi

Putusan Mahkamah Konstitusi menolak perluasan makna pasal asusila dalam KUHP yang menginginkan agar aktivitas Lesbian, Gay, Biseks dan Transgender-LGBT masuk dalam ranah pidana ramai mendapat penolakan netizen Indonesia.

Dalam putusan yang dibacakan, Kamis, 14 Desember 2017, lewat Dissenting Opinion (perbedaan pendapat), sebanyak empat hakim menyetujui perluasan makna pasal, yakni Arif Hidayat, Anwar Usman, Wahiduddin Adams, dan Aswanto.

Sementara lima lainnya menolak permohonan yakni, Saldi Isra, Maria Farida, I Dewa Gede Palguna, M Sitompul dan Suhartoyo.

Melalui pantauan terhadap kicauan netizen, netizen terlihat kecewa atas hasil putusan tersebut. Sebagian netizen menuding MK mendukung aktivitas LGBT. Bahkan netizen meyakini gempa yang melanda pesisir selatan pulau Jawa adalah bagian tidak terpisahkan dari putusan MK soal LGBT.

Menghadapi kontroversi yang berkembang di Masyarakat, mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Prof Mahfud MD angkat suara. Dalam kicauannya, Mahfud meminta agar masyarakat tidak salah tangkap.

Guru besar Ilmu Hukum UII ini menyebutkan bahwa MK bukan menyetujui aktivitas LGBT, melainkan menolak memberi perluasan tafsir atas yang ada di KUHP.

Penjelasan Prof Mahfud MD mendapat tanggapan pro dan kontra oleh netizen. Sebagian setuju dengan pendapat Mahfud MD, sementara sebagian lainnya menolak.

“ya prof…dan Allah pun menurun kan gempa sehari setelahnya…jangan bilang ini adalah kejadian alam biasa” cuit akun @hikmah_yuniarti menanggapi.

Akun @dans_dst terlihat sepaham pendapat dengan Prof. Mahfud. “Makanya baca yg bener. MK tidak memutuskan soal LGBT bisa dipidana atau tidak, dia hanya memutuskan pasal yg tidak bisa diperluas. Kalau mau urus soal LGBT bikin UU baru, MK tidak bisa membuat UU.🤔.” 

Seperti diketahui, dalam pengajuan permohonan uji materi itu, satu hal yang menjadi sorotan adalah Pasal 292 yang berkaitan dengan kelompok Lesbian, Gay, Biseks dan Transgender.

“Orang dewasa yang melakukan perbuatan cabul dengan orang lain sesama kelamin, yang diketahuinya atau sepatutnya harus diduganya belum dewasa, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun,” tulis Pasal 292.

Sebabnya, dalam permohonan uji materi itu, para pemohon berkeinginan agar, “Orang yang melakukan perbuatan cabul dengan orang dari jenis kelamin yang salam, dihukum penjara selama-lamanya lima tahun,”

Dengan itu, pemohon berharap agar KUHP mampu menjangkau kejahatan seksual lain seperti seks bebas di luar nikah, kumpul kebo, prostitusi, perkosaan dan cabul sesama jenis baik yang dilakukan oleh orang dewasa maupun anak-anak.

One thought on “Tanggapi Putusan MK Soal LGBT, Mahfud MD: Jangan Salah Paham

  1. Pingback: Tanggapi Putusan MK Soal LGBT, Mahfud MD: Jangan Salah Paham | Repelita Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend