Tolak Sholatkan Pemilih Ahok, Pengurus Masjid Al-Jihad: Ini Tidak Ada Kaitannya dengan Politik

Tolak Sholatkan Pemilih Ahok, Pengurus Masjid Al-Jihad: Ini Tidak Ada Kaitannya dengan Politik

Sumber foto: kompas / haiprada

Spanduk yang terpampang di Masjid Al-Jihad, Kelurahan Karet, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Pusat seketika menjadi perhatian publik. Hal ini dikarenakan tulisan pada spanduk tersebut. Dalam spanduk itu dituliskan bahwa mereka menolak untuk mensholatkan jenazah pendukung dan pembela penista agama.

Penista agama dalam spanduk ini jelas mengarah pada Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Dikutip dari Tempo, pihak Masjid Al-Jihad mengaku kecewa dengan sistem hukum di Indonesia yang tak kunjung menahan Ahok, terdakwa kasus dugaan penistaan agama.

“Kekecewaan itu (merupakan) akumulasi dari proses awal. Akhirnya, umat Islam punya cara sendiri menghukum penista agama dan pendukungnya,” ujar pengurus DKM Masjid Al-Jihad, Hasan Basri, seperti dikutip dari Tempo, Jumat (24/2).

Sebenarnya, Hasan sendiri tak terlalu mempermasalahkan gubernur muslim atau non muslim jika tidak menistakan Al-Quran dan menyakiti hati umat muslim. Selain itu, Ahok kerap juga mengeluarkan kata- kata kasar. Mereka kurang berkenan apabila Ahok kembali menduduki jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Dikait- kaitkan dengan dunia politik, Hasan langsung membantah kabar tersebut. Hal yang dilakukan oleh pengurus Masjid Al-Jihad ini sama sekali tak ada hubungannya dengan dunia politik. Lebih lanjut, hal ini ditempuh semata- mata hanya untuk melaksanakan syariat Islam.

Pengguna media sosial, khususnya twitter, juga ramai mengomentari spanduk yang dipajang di Masjid Al-Jihad tersebut.

“@kumparan @cholilnafis ditolah bagi org munafik dan mendukung penistaan agama, gak disebutkan ttg perbedaan pilihan politik…#beranijujur..” tulis pengguna twitter dengan akun @mirzaucot66 yang menyebut penolakan ini dilakukan bagi orang munafik dan pendukung penistaan agama.

Berbeda dengan komentar akun @purnamafreddy. Pemilik akun ini mempertanyakan ketegasan Menteri Agama, Lukman Saifuddin dalam masalah tersebut. “@haiprada @lukmansaifuddin kemana menteri agama? Urusan spt ini tdk boleh dibenarkan, pak! Gagal anda jd menteri agama.”

Ada juga pengguna twitter yang terang- terang berkicau menyuarakan penolakan atas tindakan Masjid Al-Jihad ini. “@haiprada @lukmansaifuddin gasegitunya juga, hati gua nolak soal ini. beda pilihan gapapa, tapi kenapa yang diserang agama?” cuit akun @ajipra.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend